Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak takut dan tidak mundur dalam memperjuangkan keadilan bagi mereka yang membutuhkan.
Seruan itu Natalius sampaikan dalam pidato pada puncak peringatan Hari HAM Sedunia ke-77 di Tenis Indoor, Jakarta Pusat, Rabu (10/11) malam.
“Catatan terakhir dari saya adalah jangan takut. Jangan mundur satu langkah pun untuk memperjuangkan keadilan bagi mereka yang membutuhkan keadilan,” kata Natalius.
Ia menekankan pentingnya keberanian dan konsistensi dalam memperjuangkan kebenaran, namun tetap berlandaskan konsep dasar bernegara.
Natalius mencontohkan praktik di Prancis, di mana parlemen membuka ruang akomodasi bagi kelompok yang merasa belum terwadahi dalam rancangan undang-undang. Sementara di Indonesia, sikap yang muncul sering kali hanya berupa penolakan.
“Prancis menyampaikan akomodir, kalau di Indonesia menyampaikan tolak. Apa kita tetap
mempertahankan atau kita mau rubah? Kembali kepada kita semua. Mari kita merubah mindset, cara pikir, cara tutur, cara bertindak,” tuturnya.
Natalius juga mengingatkan agar masyarakat Indonesia mengurangi penyebaran ujaran kebencian yang menyerang kehormatan dan martabat sesama.
Sebab, menurutnya, bangsa Indonesia akan lebih dihormati dunia jika mampu menjaga sikap dan tutur kata.
“Kalau kita kurangi saja yang kata-kata yang sifatnya haters. Menyerang kehormatan dan martabat, bangsa Indonesia sudah memimpin dunia,” ucapnya.
“Saya tetap menuntut jangan pernah mundur untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Tapi dalam control on the life of human rights, demokrasi dan human rights,” pungkas Natalius.
