Jakarta, GPriority.co.id – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mendukung rekomendasi Ombudsman RI terkait kehadiran Badan Sawit Nasional untuk mengatasi permasalahan industri sawit di tanah air.
Rachmat mengungkapkan setiap ide yang berhubungan dengan perencanaan nasional akan selalu ditampungnya. Terlebih, menurutnya, di era saat ini tidak bisa lagi merencanakan hanya dari satu kepentingan.
“Kita tidak bisa merencanakan hanya dari satu kepentingan. Bahkan kita tidak bisa merencanakan hanya dari satu kepentingan nasional, karena ada kepentingan global,” tegasnya pada Kamis (23/10).
Oleh karenanya, Bappenas berperan penting dalam perencanaan yang dimulai dari desa, kecamatan, kabupaten, kota, provinsi, hingga secara nasional. Dalam hal ini, sawit menjadi salah satu bagian dari perencanaan.
Lebih lanjut, menyoroti tata kelola sawit saat ini, Ombudsman RI pun merilis buku berjudul “Sawit: Antara Emas Hijau dan Duri Pengelolaan”. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mensosialisasikan rekomendasi Ombudsman agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, pemangku kepentingan, pengambil kebijakan, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, dan masyarakat luas.
“Sekarang ada buku ini yang mengamanatkan berdirinya Badan Sawit Nasional, harus ada daftar tunggal sawit nasional. Dengan ada data tunggal sawit nasional, sengketa kita dengan negara-negara eropa dan negara lain bisa diselesaikan,” jelas Rachmat.
Menurut Rachmat, data tunggal sawit nasional dapat dimulai dari peta tunggal nasional tentang sawit. Rachmat berharap, kehadiran buku dari Ombudsman RI tentang sawit tersebut dapat mendorong perkembangan dunia sawit Indonesia.
“Saya mendukung Pak Yeka sebagai Komisioner Ombudsman yang sedang membantu tata kelola sawit nasional. Jadi tata kelola sawit nasional harus kita selesaikan bersama,” ungkap Rachmat.
Rachmat menambahkan, jika nantinya Badan Sawit Nasional hadir, tugas pertama yang didahulukan ialah berkaitan dengan data tunggal sawit.
“Itu nanti dalam proses. Jadi kalau badan ini jadi, tugasnya bikin itu dulu,” tutupnya.
