Merasa Ingin Disanjung dan Jadi Pusat Perhatian? Hati-hati Bisa Jadi Gangguan Mental Kepribadian!

Jakarta, GPriority.co.id – Mendapatkan perhatian, popularitas, dan pengakuan dari banyak orang dapat membawa kebahagiaan. Namun, jika terlalu berusaha mencari perhatian dan selalu ingin menjadi fokus perhatian, perlu berhati-hati karena hal tersebut bisa menunjukkan gejala gangguan kepribadian.

Gangguan kepribadian merujuk pada jenis gangguan mental di mana individu menunjukkan pola pikir, fungsi, dan perilaku yang tidak sehat. Orang yang mengalami gangguan kepribadian menghadapi kesulitan dalam memahami dan berinteraksi dengan situasi atau orang lain, seringkali berdampak pada hubungan interpersonal, aktivitas sosial, pekerjaan, dan pendidikan mereka.

Pernahkah kamu menjumpai salah seorang yang suka memperbarui status kegalauan nya di media sosial ataupun secara langsung dan ingin mendambakan rasa perhatian terus-menerus? Nah, mungkin saja mereka mengalami gangguan kepribadian histrionik!

Histrionic Personality Disorder (HPD), yang lebih dikenal sebagai hostorinik, adalah suatu bentuk penyakit gangguan pada mental seseorang. Histrionic Personality Disorder termasuk dalam kelompok kondisi gangguan kepribadian yang dikenal sebagai Cluster B atau orang yang penuh dramatis.

Orang yang mengalami HPD berkeinginan menjadi pusat perhatian dalam setiap kelompok, dan mereka merasa tidak nyaman jika tidak mendapat perhatian. Meskipun begitu, mereka sering menunjukkan kepribadian yang ceria dan menarik, sulit bagi mereka untuk mengatasi ketidaknyamanan ketika tidak diberi perhatian khusus oleh orang lain. Perilaku yang selalu mencari perhatian dan reaksi emosional yang ekstrem, menandakan adanya gangguan kepribadian histrionik, biasanya mulai muncul pada awal masa dewasa dan dapat terlihat dalam berbagai situasi.

Berikut adalah tanda-tanda orang yang mengalami gangguan kepribadian histrionik:

1. Selalu berusaha untuk menarik perhatian.

2. Emosionalitas yang dangkal dan mudah berubah.

3. Sangat memperhatikan penampilan fisiknya.

4. Cenderung merasa memiliki hubungan yang lebih erat dengan orang lain daripada yang sebenarnya.

5. Berperilaku berlebihan dalam emosi, dramatis, atau menggunakan provokasi seksual untuk mencapai perhatian.

6. Sering kali berbicara dengan gaya dramatis, mengungkapkan pendapat yang tegas tetapi kurang didukung oleh fakta atau rincian.

Penyebab Gangguan Histrionik:

Hingga saat ini, peneliti belum memiliki pemahaman yang pasti mengenai penyebab gangguan kepribadian histrionik. Meskipun demikian, diyakini bahwa gangguan kepribadian ini dapat timbul akibat kombinasi berbagai faktor, diantaranya ialah:

1. Pengaruh biologis dan genetik.

2. Pengaruh sosial, termasuk interaksi dengan keluarga dan teman-teman pada masa perkembangan awal.

3. Pengaruh psikologis, termasuk kepribadian dan temperamen yang terbentuk melalui pengalaman dan pembelajaran sebagai respons terhadap stres.

Dalam hal ini, studi juga menunjukkan potensi keturunan gangguan ini pada generasi berikutnya.

Foto: Istimewa