Miris! Sopir Ambulans Jadi Korban Order Fiktif Debt Collector, Ujungnya Diminta Tagihin Utang

Ilustrasi ambulans. Foto: BIMC Hospital Ilustrasi ambulans. Foto: BIMC Hospital

Jakarta, GPriority.co.id – Seorang sopir ambulans, Yoga Dwi Saputra, menjadi korban pemesanan palsu alias prank yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector di wilayah Jakarta Pusat.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (14/4) siang, ketika Yoga bersama timnya menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp (WA) terkait permintaan evakuasi pasien.

Dalam pesan itu disebutkan seorang pria berinisial BS mengalami kejang dan membutuhkan penanganan segera.

Lokasi yang diinformasikan berada di kawasan perkantoran di Jalan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menanggapi laporan tersebut, tim ambulans langsung bergerak cepat menuju titik yang dimaksud.

Namun setibanya di lokasi, tim tidak menemukan pasien seperti yang dilaporkan. Setelah melakukan penelusuran, Yoga menyadari bahwa permintaan tersebut tidak benar dan diduga berkaitan dengan upaya penagihan utang oleh pihak tertentu.

Ia mengungkapkan bahwa tim medis seolah dimanfaatkan sebagai perantara dalam urusan tersebut. Nama yang dicantumkan dalam pesanan diketahui merupakan nasabah pinjaman online, tetapi orang yang bersangkutan tidak berada di lokasi kejadian.

Dalam video yang beredar di media sosial, oknum debt collector sempat berjanji akan mengganti biaya operasional ambulans. Namun, hingga kini janji tersebut tidak pernah terealisasi.

Kejadian ini menjadi sorotan karena penyalahgunaan layanan ambulans tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berpotensi menghambat penanganan pasien yang benar-benar membutuhkan bantuan darurat.

Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan layanan ambulans secara bijak dan bertanggung jawab. Penyalahgunaan fasilitas darurat dinilai dapat berdampak serius terhadap keselamatan publik serta efektivitas layanan kesehatan di lapangan.