Momen AHY Marah ke Anak Buah saat Tinjau Kali Ciliwung: Dengarkan Saya Dulu!

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau proyek normalisasi Kali Ciliwung, Kamis (7/5).. Foto: Tangkapan Layar Youtube/kemenkoinfra Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau proyek normalisasi Kali Ciliwung, Kamis (7/5).. Foto: Tangkapan Layar Youtube/kemenkoinfra

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terlihat meluapkan kekesalannya kepada salah satu pejabat di lingkungan kementerian saat meninjau proyek normalisasi Kali Ciliwung, Kamis (7/5).

Momen tersebut terjadi ketika AHY itu tengah memberikan arahan terkait progres normalisasi Kali Ciliwung. Namun, di tengah penyampaiannya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, David Partonggo Oloan Marpaung, justru terlihat meninggalkan lokasi.

AHY yang sedang berbicara langsung menghentikan pidatonya dan memanggil David dengan nada tegas di hadapan para pejabat dan peserta yang hadir.

“Betul Pak Kepala Balai? Eh, Pak Kepala Balai. Di sini dulu,” ujar AHY dengan nada tinggi, saat berpidato.

Tak berhenti di situ, AHY kembali menegur David karena dinilai tidak memperhatikan arahannya saat pembahasan proyek normalisasi berlangsung.

“Eh, ke mana, saya, saya bicara untuk Bapak. Mau ke mana anda? Ke mana tadi? No, no, no, no, no. Anda dengarkan saya dulu di sini,” imbuh AHY dengan gestur wajah serius.

Ketegangan suasana pun sempat menjadi perhatian peserta yang berada di lokasi peninjauan. AHY kemudian mempertanyakan sikap bawahannya tersebut karena beberapa kali dipanggil namun tidak berada di tempat.

“Gimana mau mendengarkan arahan saya, kalau Bapak nggak ada, dua kali saya panggil, nggak ada gitu lho. Ya? Nggak bisa begitu, Pak. Tolong duduk dulu, duduk dulu yang baik,” papar AHY.

“Duduk Pak. Saya dua kali masalahnya panggil, kok nggak ada gitu lho,” ucapnya.

AHY juga meminta agar pembahasan teknis lainnya ditunda sementara dan fokus pada arahan yang sedang ia sampaikan.

“Nggak usah, nanti kan kita ke sana juga. Duduk, Pak. Silakan, Pak,” imbuhnya.

Setelah suasana kembali kondusif, AHY melanjutkan penjelasan mengenai pentingnya sinkronisasi kebijakan dalam percepatan normalisasi Kali Ciliwung.

“Silahkan. Saya ulangi. Jadi, panjang, saya mau refer Bapak tadi. Bapak menyampaikan data, saya refer ini. Bapak mendengarkan supaya menjadi utuh. Menjadi utuh, ini kebijakan penting sekali, Pak,” papar AHY.

“Justru saya mendukung Bapak agar kita laksanakan dengan baik. Ya? Nanti itu bisa belakangan, Pak. Bisa belakangan, saya juga udah ngintip tadi,” jelas AHY.

Dalam arahannya, AHY juga meminta seluruh jajaran fokus pada substansi persoalan dan percepatan penyelesaian proyek.

“Ya, nggak usah di, nggak usah di, terlalu dipusingkan gitu. Ya, saya ingin kita berfokus pada substansi,” tandas AHY.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBWS Ciliwung Cisadane menyampaikan target penyelesaian normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 33 kilometer mengalami kemunduran dari target awal 2027 menjadi 2028 hingga 2029.

Menurut AHY, mundurnya target tersebut dipengaruhi berbagai dinamika di lapangan, terutama persoalan pembebasan lahan. Dari total panjang normalisasi Kali Ciliwung, sekitar 17 kilometer atau 52 persen disebut telah terselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses percepatan pengerjaan.