Momen Pergantian Pasukan Jaga Istana 5 April Jadi Daya Tarik Baru, Apa Maknanya?

Salah satu momen pergantian pasukan jaga Istana yang berlangsung pada Minggu pagi (5/4)/Foto : Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden Salah satu momen pergantian pasukan jaga Istana yang berlangsung pada Minggu pagi (5/4)/Foto : Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, GPriority.co.id – Upacara pergantian pasukan jaga di Istana Merdeka kembali digelar pada Minggu pagi (5/4), menjadi perhatian publik. Prosesi yang dikenal sebagai “Serah Terima Kawal Istana Merdeka” ini tidak hanya menjadi simbol pengamanan negara, tetapi juga kini berkembang sebagai atraksi yang dapat disaksikan masyarakat secara langsung.

Berdasarkan pantauan yang disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, kegiatan dimulai sekitar pukul 07.45 WIB. Acara diawali dengan penampilan tarian dari berbagai daerah, menambah nuansa budaya dalam prosesi kenegaraan tersebut.

Sejumlah masyarakat terlihat antusias menyaksikan momen tersebut. Mereka memadati area sekitar Istana dan mengabadikan prosesi yang kini rutin digelar secara terbuka. Antusiasme ini menunjukkan meningkatnya minat publik terhadap kegiatan seremonial negara yang sebelumnya bersifat tertutup.

Perlu diketahui, sejak awal Februari 2026, kegiatan pergantian pasukan jaga ini memang telah dibuka untuk umum. Masyarakat kini dapat menyaksikan langsung aksi pasukan pengamanan, termasuk pasukan berkuda dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), yang tampil dengan seragam lengkap dan detail khas seperti tenun keemasan di bagian pinggang dan kerah.

Sebelumnya, menurut Komandan Paspampres Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha kegiatan ini memiliki makna simbolis yang kuat.

“Serah Terima Kawal Istana Merdeka merupakan simbol kesinambungan tugas pengamanan. Sekaligus simbol kehormatan negara yang harus dijaga secara profesional dan berkelanjutan,” jelasnya seperti dikutip dari laman ANTARA.

“Rangkaian prosesi mencakup laporan dan penghormatan kepada komandan komplek (danplek) Istana Merdeka, laporan dan penghormatan antara (pasukan) dinas jaga yang lama dengan dinas jaga yang baru, kemudian atraksi kuda, kolone senapan, pengecekan senjata, hingga serah terima Bendera Kawal Istana,” paparnya.

Dengan konsep yang lebih modern dan inklusif, pergantian pasukan jaga Istana Merdeka kini tidak hanya menjadi simbol kehormatan negara, tetapi juga ikon baru yang memperkaya pengalaman masyarakat dalam memahami tugas dan peran aparat negara.

Ke depannya, kegiatan ini berpotensi menjadi agenda rutin yang dinanti publik, sekaligus memperkuat citra Indonesia dalam mengemas tradisi militer menjadi atraksi yang menarik, edukatif, dan tetap sarat akan makna nasionalisme.