Jakarta, GPriority.co.id – Perubahan suasana hati menjadi salah satu keluhan yang sering dialami wanita selama menstruasi. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi faktor emosional, tetapi juga perubahan hormon yang terjadi secara alami dalam tubuh.
Wanita selama menstruasi biasanya mengalami berbagai gejala fisik dan emosional, mulai dari kram, ngidam, perut kembung, hingga munculnya jerawat. Selain itu, tekanan emosional seperti perubahan suasana hati, lebih sensitif, dan mudah merasa kewalahan juga kerap terjadi.
Ditulis laman Hindustan Times, Selasa, dengan begitu banyak hal yang terjadi bersamaan, baik secara fisiologis maupun psikologis, menstruasi dapat terasa sangat intens secara mental dan emosional.
“Selama siklus menstruasi, fluktuasi estrogen dan progesteron secara langsung memengaruhi neurotransmiter seperti serotonin, zat kimia di otak yang bertanggung jawab atas suasana hati dan kesejahteraan Anda,” kata advokat kesehatan mental Dr. Aditi Govitikar.
Perubahan hormon tersebut dapat memicu berbagai reaksi dalam tubuh. Akibatnya, terjadi berbagai perubahan fisik dan psikologis, termasuk peningkatan sensitivitas, mudah tersinggung, gugup, dan perasaan kewalahan secara emosional.
Kondisi ini sering kali disertai dengan ketidaknyamanan fisik seperti kelelahan, perut kembung, kram, sulit tidur, hingga meningkatnya stres emosional.
Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, Aditi menyarankan wanita memberikan waktu istirahat yang cukup selama masa menstruasi. Ia menilai tubuh memang mengalami penurunan energi secara alami pada periode tersebut sehingga aktivitas yang terlalu padat sebaiknya dihindari.
Selain itu, pemilihan makanan juga berperan penting dalam menjaga kestabilan suasana hati. Makanan yang tepat dapat membantu menstabilkan kadar gula darah serta mendukung produksi serotonin yang berkaitan dengan perasaan nyaman.
Aditi menyarankan untuk mengonsumsi makanan hangat yang kaya zat besi, magnesium seperti pisang dan kacang-kacangan, serta karbohidrat kompleks.
Aktivitas fisik ringan juga dapat menjadi cara efektif untuk meredakan gejala menstruasi. Gerakan sederhana diketahui mampu membantu tubuh melepaskan hormon endorfin yang berkaitan dengan rasa senang.
“Ini dapat membantu meredakan kram. Rekomendasinya aktivitas ringan seperti peregangan, berjalan kaki, dan yoga,” katanya.
Selain olahraga ringan, relaksasi tubuh juga dapat membantu mengurangi ketegangan otot yang muncul selama menstruasi. Aditi menyarankan penggunaan kantong air panas atau mandi air hangat untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks.
Tubuh yang lebih santai juga dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang sehingga perasaan mudah marah maupun kecemasan dapat berkurang.
Ia juga merekomendasikan beberapa praktik sederhana untuk menenangkan diri ketika emosi terasa tidak stabil. Beberapa di antaranya seperti menulis jurnal selama lima menit, mendengarkan musik yang menenangkan, menggunakan minyak esensial, hingga melakukan latihan pernapasan perut dalam selama tiga hingga lima menit.
Menurut Aditi, kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu menciptakan rasa nyaman dan menjadi cara efektif untuk mengelola emosi selama masa menstruasi.
