Mudahkan Transaksi Pekerja Migran Indonesia, BI Dorong Penggunaan QRIS Antarnegara

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, saat menjelaskan materi/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, saat menjelaskan materi/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Guna memudahkan transaksi Pekerja Migran Indonesia (PMI), BI (Bank Indonesia) bekerja sama dengan Kementerian BP2MI (Pelindungan/Pekerja Migran Indonesia), mendorong penggunaan QRIS antarnegara.

Dalam sambutannya pada acara penandatanganan kesepakatan kerja sama bersama BP2MI, Filianingsih Hendarta selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia menyampaikan jika setiap tahunnya lebih dari 300 ribu pekerja migran Indonesia ditempatkan di luar negeri.

“Kita melihat kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pada akhir 2024, remitansi PMI yaitu pengiriman uang dari luar negeri dari PMI ke Indonesia bahkan memiliki kontribusi pada surplus transaksi berjalan sebesar 1,7 miliar USD,” lapor Filianingsih pada Jumat (28/8).

Sejalan dengan terus meningkatnya jumlah PMI, pihak BI berkomitmen memudahkan transaksi sistem pembayaran secara digital dengan melalui transaksi cross border atau lintas batas antarnegara.

“Pada semester I 2025, QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna dan 39,3 juta pedagang yang 93 persennya ialah UMKM. Transaksinya bahkan mencapai 6,05 miliar transaksi dengan nilai sebesar 579 triliun rupiah,” tambahnya.

Di tahun ini, QRIS ditargetkan menjangkau sebanyak 58 juta pengguna, dimana 47 juta diantaranya adalah pedagang dan 6,5 miliar transaksi sampai akhir tahun 2025. Hebatnya kini QRIS juga mulai dapat digunakan di luar negeri.

“Kita melihat bahwa QRIS ini bukan cuma jago kandang, tidak hanya main di Indonesia. Tetapi juga sudah go global. Jangkauan QRIS telah mencakup Malaysia, Thailand, Singapura, dan juga Jepang,” lapor Filianingsih.

Bagi PMI, penggunaan QRIS dapat memberi kemudahan pada transaksi secara harian. Selain itu juga biayanya dapat lebih efisien karena transaksi QRIS lebih murah kursnya. Terlebih, para pekerja migran juga tidak perlu membawa uang tunai secara berlebihan jika takut hilang atau dicuri di negara orang.

“Selain QRIS antarnegara, agar transaksi pengiriman uang dari bapak/ibu (pekerja migran) ke keluarga selalu terjamin aman, pastikan selalu menggunakan layanan remitansi yang resmi,” imbau Filianingsih.

Selain itu, bekerja sama dengan Kementerian BP2MI, Bank Indonesia juga menerapkan beberapa langkah seperti menyusun modul literasi keuangan sistem pembayaran dan perlindungan konsumen, kolaborasi training for trainer, meluncurkan website JariPMI untuk literasi keuangan dan tambahan fitur kanal pengaduan langsung ke Bank Indonesia.