Jakarta, GPriority.co.id – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku hari ini. Kenaikan terjadi pada sejumlah produk, termasuk solar non-subsidi (Dex Series) dan Pertamax Turbo.
Berdasarkan informasi resmi, harga Pertamax Turbo (RON 98) di wilayah Jabodetabek naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter pada April 2026. Selain itu, BBM jenis solar juga mengalami kenaikan.
Harga Dexlite (CN 51) kini menjadi Rp26.000 per liter, naik dari Rp23.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) meningkat menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter.
Di sisi lain, Pertamina masih mempertahankan harga Pertamax (RON 92) di level Rp12.300 per liter serta Pertamax Green (RON 95) sebesar Rp12.900 per liter.
Untuk BBM subsidi, harga tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti regulasi pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM terkait formula harga dasar BBM, yang mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia dan kondisi pasar energi global.
Sementara itu, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa penyesuaian harga tersebut mengikuti dinamika pasar energi global.
“Kami melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak dunia atau ICP dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laporan ANTARA
Heppy juga menegaskan bahwa perusahaan tetap menjaga ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
“Kami memastikan pasokan energi tetap terjaga dan tersedia di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.
