Mulai Sulit Ditemukan Tapi Bernilai Ekonomis Tinggi, Begini Cara Budidaya Ikan Kelabau Kalteng

Jakarta,GPriority.co.id-Ikan Kelabau (Osteochilus melanopleuora) merupakan salah satu ikan lokal khas Kalimantan tengah. Ikan Kelabau merupakan jenis ikan air tawar yang masuk kelompok Cyprinidae atau satu keluarga dengan ikan mas dan memiliki nilai ekonomis penting karena harganya relatif cukup mahal di pasaran dan mulai jarang ditemukan.

Melihat potensi tersebut, banyak peternak yang membudidayakannya. Bagi Anda yang ingin membudidayakannya berikut caranya:

Yang pertama siapkan kolam mengalir dengan kepadatan 0, 5 kg per meter kubik. Kedua menyiapkan induk yang siapkan induk yang siap dipijah (dikawinkan). Berikut ciri-ciri: Untuk betina perut buncit, lembek dan lubang kelamin berwarna kemerah merahan, sedangkan jantan, perut langsing, bila diurut dari perut kearah kelamin keluar cairan berwarna putih atau sperma.

Ketiga, pemijahan Ikan Kelabau dilakukan dengan cara buatan, dengan menggunakan hormone ovaprim dengan dosis 0,5 sampai 0,6 ml per kg untuk merangsang ovulasi. Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu antara suntikan pertama dan kedua adalah 8 jam sampai 10 jam. Dosis penyuntikkan untuk induk betina adalah 1/3 bagian dan penyuntikkan 2/3 bagian. Untuk penyuntikkan pertama induk jantan disuntik dengan dosis 0, 5 ml per ekor bersamaan waktunya dengan penyuntikkan kedua, pada induk betina..Perbandingan induk jantan dan induk betina 2 : 1. Pemijahan ikan kelabau dilakukan di dalam bak pemijahan. Selama pelaksanaan pemijahan air harus terus mengalir. Ovulasi Induk betina ikan kelabau terjadi sekitar 5 sampai 10 jam setelah penyuntikkan kedua.

Keempat penetasan. Disediakan wadah penampungan telur berupa baki plastik. Beberapa menit sebelum stripping telur, terlebih dahulu dilakukan stripping sperma dengan dicampur larutan fisilogis 1 : 15 ml. Telur dan sperma tersebut dicampurkan dengan hati hati pada baki tersebut. Kemudian telur ditetaskan di dalam akuarium yang dilengkapi aerasi dengan kepadatan 100 – 2 butle per liter dengan suhu air di akuarium 27℃ sampai 30℃. Telur biasanya akan menetas 15 samp ai 21 jam kemudian setelah fertilisasi, tergantung suhu diakuarium.

Kelima pemeliharaan larva. Larva dipelihara dalam akuariumyang sama. Setelah telur menetas dilakukan pergantian air ¾ bagian dengan cara disirkulasi. Larva diberi makan naupilus artemia pada waktu berumur 3 sampai 4 hari setelah menetas dengan kepadatan larva 40 ekor per liter di akuarium. Pemberian pakan artemia pada pemeliharaan di akuarium selama 10 hari.

Keenam menyiapkan kolam pendederan dengan luas kolam 300 sampai 500 meter persegi. Kolam Pendederan sudah dipersiapkan 4 sampai 5 hari sebelum penebaran benih dengan dosis pupuk kandang 250 gram per meter persegi dan kapur tohor 50 meter persegi. Kemudian diisi air dengan kedalaman kolam pendederan sekitar 50 cm sampai 60 cm. Pemeliharaan di kolam pendederan pertama dilakukan dengan kepadatan 50 ekor per meter persegi. Selama 25 hari sudah berukuran 3 sampai cm per ekor. Dan untuk kolam pendederan kedua selama 20 hari benih biasanya sudah berukuran 5 sampai 8 cm per ekor. Pakan yang diberikan adalah pada pendedran pertama berupa pellet yang sudah dihaluskan seperti tepung sebanyak 0,6 kg per 10.000 ekor, dengan frekuensi 2 kali per hari pada pagi dan sore hari. Selamat mencoba. (Hs.Foto: Humas KKP)