Nunukan Perketat Pintu Keluar Masuk

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Nunukan, Amin Laura Kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nunukan, akhirnya dilakukan pengetatan pintu masuk wilayah Kabupaten Nunukan, hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 nomor 6 tahun 2021.


“Sehingga, PPKM mikro termasuk pengetatan pintu masuk wilayah Kabupaten Nunukan, harus diperketat,” kata Asmin Laura , Rabu (21/7/2021).

Namun, kali ini dalam SE nomor 6 itu, poin yang sebelumnya hanya 10, kini bertambah jadi 13 poin.

Adapun beberapa poin penting dalam SE tersebut yakni:

– Seluruh camat, lurah, dan kepala desa tetap mengoptimalkan posko Satgas penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Termasuk melaksanakan PPKM berbasis mikro.

– Satgas Covid-19 tidak akan mengeluarkan rekomendasi pelaksanaan kegiatan masyarakat hingga dinilai kasus Covid-19 sudah turun dan dapat dikendalikan. Dilarang membuat kegiatan yang mengundang kerumunan orang seperti resepsi pernikahan, aqikah, pertandingan olahraga yang dihadiri penonton, turnamen game online, dan sejenisnya.

– Kepala OPD, kantor dan instansi vertikal dan pimpinan perusahaan, dalam melaksanakan rapat, seminimal mungkin dilakukan dengan tatap muka. Disarankan dilakukan melalui aplikasi berbasis online.

– Pengetatan di seluruh pintu masuk wilayah Kabupaten Nunukan baik jalur laut, sungai, darat dan udara. Melalui pemeriksaan antigen secara acak dan proporsional kepada pelaku perjalanan yang tiba di Nunukan. Sesuai SE Bupati Nunukan nomor 5 tahun 2021.

– Satgas Covid-19 melalui Satpol PP dan aparat TNI-Polri akan melakukan pemantauan dan penindakan terhadap pelanggar Prokes.

Sesuai ketentuan Perda nomor 2 tahun 2021 dan ketentuan pidana yang diatur dalam UU Kekarantinaan dan KUHP.”Surat edaran itu berlaku mulai hari ini sampai 27 Juli mendatang. Ada 3 poin tambahan dari SE sebelumnya,” ucapnya.

Dia mengimbau kepada pihak perusahaan di wilayah Kabupaten Nunukan untuk berkoordinasi dengan Dinkes Nunukan.
Tujuannya agar seluruh unsur managemen dan karyawannya mendapatkan program vaksinasi gotong royong.

Sementara Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) H. Andi Joni menambahkan, program vaksinasi terus dilakukan seperti pada Minggu (18/7/2021) Kodim 0911 Nunukan sebagai leading sektor vaksinasi massal.”Untik vaksin pemkab Nunukan masih mendistribusikan bertahap agar semua bisa mendapatkan pelayanan vaksinasi Covid-19,” ujar Joni saat di hubungi via telepon oleh team Gpriority, Kamis (22/7).(Sof.Foto.dok.pribadi)

Related posts