Nutrican,Nutrisi Pendukung Tepat bagi Penderita Kanker


Kanker dikenal sebagai penyebab kematian ketiga terbanyak di Indonesia setelah jantung dan stroke, dan penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Pada tahap awal perkembangannya, kanker tidak menimbulkan gejala dan biasanya baru terdeteksi setelah mencapai stadium lanjut. Hal Inilah yang menurut para tenaga medis menjadi salah satu penyebab tingginya tingkat kematian akibat kanker.

Dari tahun ke tahun, jumlah penderita kanker di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013, disebutkan bahwa jumlah penderita kanker di Indonesia berada pada angka 1,4 per 1.000 penduduk, dan jumlah tersebut naik menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

“Pada saat awal perkembangan, kanker tidak menimbulkan gejala sehingga banyak pasien kanker yang tidak menyadari. Bila dikenali sejak awal, kanker besar kemungkinan bisa dikendalikan,” ujar dr Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi dalam acara media gathering Nutrican 2021 yang digelar melalui aplikasi zoom pada Kamis,(10/2/2021).

Lebih lanjut dikatakan Dedyanto, secara umum penanganan kanker terbagi menjadi pengobatan lokal dan pengobatan sistemik. Pengobatan lokal meliputi operasi dan radiasi, sedangkan pengobatan sistemik mencakup kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi. Selama menjalani pengobatan pasien umumnya mengalami beberapa efek samping, misalnya kesulitan makan baik karena pengobatan yang dijalani maupun hilangnya nafsu makan.

“Di sisi lain, pasien harus tetap mendapatkan nutrisi yang baik selama menjalani perawatan. Nutrisi yang tepat menjadi penting karena bisa mempertahankan berat badan, mencegah komplikasi, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Peningkatan daya tahan tubuh akan menentukan tindakan selanjutnya dalam penanganan kanker. Selama pengobatan, mulut penderita mungkin menjadi pahit atau penuh sariawan sehingga menyulitkan untuk menelan makanan padat. Salah satu cara untuk menjaga asupan nutrisi adalah dengan mengonsumsi makanan berbentuk cair.Kesulitan mengonsumsi nutrisi padat bisa diganti dengan nutrisi cair sebagai pelengkap maupun pengganti sebelum, selama, maupun sesudah menjalani terapi,” ujar Dedyanto. Ia mengatakan dukungan nutrisi yang tepat akan mengoptimalkan terapi kanker pada pasien.

Senada dengan Dedyanto, Shahnaz Haque, survivor kanker menjelaskan selama menjalani perawatan, nafsu makannya turun drastis dan berakibat pada turunnya berat badan dan daya tahan tubuh. Ia kemudian bertekad untuk mengalahkan kanker dan mulai menjalani saran-saran dokter, salah satunya dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat.

PT Kalbe Farma Tbk yang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya terhadap pejuang kanker di Indonesia dalam kesempatan ini meluncurkan produk terbarunya yang bernama Nutrican.

Nutrican merupakan makanan yang tinggi energi dan protein serta diformulasikan khusus untuk pejuang kanker. Nutrican adalah produk hasil kerjasama dengan rumah sakit rujukan kanker nasional, Dharmais. Nutrican bisa digunakan sebagai pelengkap maupun pengganti sebelum, selama, serta sesudah menjalani terapi bagi pejuang kanker.

“Nutrican dirancang khusus untuk pejuang kanker dan memiliki kandungan penting seperti tinggi kalori, tinggi protein, Omega 3, asam amino esensial, serat pangan, 12 vitamin dan 8 mineral untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pejuang dan penyintas kanker,” terang dr. Selvinna, dari Kalbe Farma.

Mulia Lie selaku Pharmaceutical Director PT Kalbe Farma Tbk. Menambahkan,“Kalbe secara berkesinambungan terus mewujudkan komitmen terhadap kesehatan masyarakat, khususnya terhadap penderita kanker. Salah satu wujud komitmen kami adalah dengan menghadirkan layanan One Onco, atau Kalbe Oncology Total Solution, yaitu layanan onkologi terintegrasi, yang memberikan solusi komprehensif kepada pasien kanker melalui layanan diagnostik terpadu, terapi (pengobatan) hingga komunitas. Kami berharap layanan holistik ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dari pejuang kanker dan keluarganya baik selama menjalani terapi maupun sesudahnya,” ujar Mulia Lie.

Selain itu, PT Kalbe Farma Tbk setiap tahunnya juga mendukung penyelenggaraan World Cancer Day melalui kerjasama dengan berbagai pihak. “Tahun ini kami juga akan menggelar acara World Cancer Day 2021 di Indonesia secara virtual pada tanggal 27 Februari 2021 dengan mengangkat tema “Life Before, During, and After Cancer”. Kegiatan ini kami gelar bersama dengan Yayasan Kanker Indonesia, Indonesia Cancer Care Community, dan Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi,” tutup Selvinna.(Hs)

Related posts