Jakarta, GPriority.co.id – Panitia penyelenggara Olimpiade Paris 2024 telah meminta maaf kepada umat Katolik dan kelompok Kristen lainnya yang kecewa dengan adegan dalam upacara pembukaan (opening) Olimpiade Paris 2024. Pasalnya, opening tersebut terinspirasi dari ‘The Last Supper’ (lukisan perjamuan terakhir) karya Leonardo da Vinci.
Tak sampai disitu, pertunjukan tersebut menampilkan model transgender dan penyanyi yang menyerupai dewa Yunani Dionysus, yang menurut sebagian orang merupakan parodi dari lukisan terkenal tersebut, seperti dilansir dari Reuters.
Parodi yang diklaim tidak sengaja ini, berlatar belakang Sungai Seine, dan dimaksudkan untuk menyoroti “absurditas kekerasan antarmanusia”.
“Jelas tidak pernah ada niat untuk menunjukkan rasa tidak hormat kepada siapa pun. Terutama kelompok agama. (upacara pembukaan) mencoba untuk merayakan toleransi masyarakat,” ujar Anne Descamps, juru bicara Olimpiade Paris 2024 menjelaskan pada konferensi pers.
“Kami yakin ambisi ini tercapai. Jika ada yang tersinggung, kami benar-benar minta maaf,” kata Anne lebih lanjut.
Sebagai informasi, Olimpiade Paris 2024 dimulai sejak Jumat, 26 Juli 2024 hingga Minggu 11 Agustus 2024 mendatang. Beberapa cabang olahraga yang ditandingkan diantaranya seperti panahan, atletik, bulu tangkis, hingga judo.
Pada Olimpiade Paris 2024 ini, ada sekitar 11 ribu atlet dari 206 negara yang terdaftar sebagai peserta. Salah satunya termasuk atlet-atlet dari Indonesia.
Foto : The Bridge
