Perhiasan dan perempuan sudah melekat dengan definisi kecantikan. Pada dasarnya, perhiasan adalah sebuah keindahan yang diciptakan oleh manusia guna beri harga diri pemakainya. Ternyata, hal ini sudah terbentuk dari masa lalu, terbukti dengan adanya peninggalan kerajaan-kerajaan dalam bentuk perhiasan. Semua orang miliki pandangan, bahwa perhiasan sebagai barang berharga dengan kilauan yang tidak lekang digerus waktu.
Perjalanan sejarah perhiasan pun diramu dalam sebuah pameran yang diberi nama Adunan Nan Selia. Sebuah nama yang berasal dari bahasa Melayu, miliki arti perhiasan yang elok dan indah. Perhiasan sendiri sudah menjadi sebuah identitas di dalam sebuah perjalanan sejarah Nusantara. Ternyata, di dalam pameran ini, masyarakat diberi informasi, bahwa; hasrat untuk memiliki dan menggunakan perhiasan tidak ada batasan gender, semua berhak milikinya. Karena pada dasarnya perhiasan adalah bukti dari keindahan dan harga diri.
Pameran Adunan Nan Selia sebuah pameran virtual yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknolgi, bekerjasama dengan Museum Nasional. Pameran ini sudah dibuka sejak tanggal 10 Desember 2021, dan dapat diakses melalui laman resminya. Pengunjung dengan mudah melihat berbagai koleksi yang disuguhkan. Tidak ada batasan dalam mengaksesnya, hingga hari ini pun, masyarakat masih bisa mengunjungi pameran ini.
Pengunjung dapat melihat 50 koleksi perhiasan milik Museum Nasional. Dimulai dari sebuah kalung manik-manik dari Papua, hingga ada sebuah koleksi bros berlian dengan kilauannya yang memikat hati, peninggalan Kerajaan Lombok. Koleksi-koleksi perhiasan ini, dipamerkan ke dalam tiga kategori; Perhiasan dan Kekuatan, Perhiasan dan Identitas, serta Perhiasan dan Keindahan. Semuanya miliki daya tarik tersendiri. Pameran Adunan Nan Selia hadir sebagai edukasi masyarakat dalam perjalanan sejarah Nusantara, terkhusus bagi perhiasan dan perempuan. (Ega.Foto.MuseumNasional)
