Jakarta, Gpriority.co.id – Usai purnatugas, sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno LP Marsudi akan menjalankan tugas baru di PBB sebagai Utusan Khusus Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk isu air. Hal ini disampaikannya dalam media gathering di Ruang Nusantara, Kemenlu pada Selasa (15/10).
Seiring dengan berakhirnya masa jabatannya usai Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin lengser 20 Oktober 2024, Menlu Retno Marsudi hampir dipastikan tak lagi melanjutkan posisi sebagai Menlu di kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Dalam pidato perpisahannya, Menlu Retno menyampaikan permintaan maafnya. “Mohon maaf kepada Ibu, Bapak dan teman-teman jika dalam persinggungan profesi ini ada hal-hal yang kurang berkenan di hati. Dan mari kita doakan pemerintah yang akan datang lebih baik untuk membawa Indonesia yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Menlu perempuan pertama Indonesia ini seperti diketahui telah menjabat dalam dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Artinya sudah 10 tahun Menlu Retno LP Marsudi memimpin jajaran Kemenlu. Turut mendampingi Retno dalam Media Gathering: Celebrating Menlu dan Wamenlu mengakhiri jabatannya selama 10 tahun terakhir ini, Wamenlu Pahala Mansury.
Turut hadir pula jajaran Kemenlu dan insan pers yang biasa meliput kegiatan di Kemenlu. Pada kesempatan tersebut Menlu Retno sempat mendapatkan karikatur bergambar dirinya dari jurnalis peliput di Kemenlu. Adapun Direktur Pemberitaan Perum LKBN ANTARA Irfan Junaidi memberikan sambutan mewakili para jurnalis.
Sebagai informasi, tugas sebagai Utusan Khusus untuk isu air dunia akan dilakoni Retno pada 1 November 2024. Sebelumnya pada medio September lalu Sekretaris Jenderal PBB António Guterres melalui laman resmi PBB, un.org, mengumukan pengangkatan Retno tersebut.
Penunjukan Retno Marsudi bertujuan untuk menggalang kemitraan dan upaya bersama memajukan agenda air global, termasuk tindak lanjut dari hasil Konferensi Air PBB 2023. Peran Retno ialah mempersiapkan proses-proses global menuju Konferensi Air PBB 2026.
Retno pun kelak akan mendukung upaya untuk memastikan masa depan yang aman bagi semua orang dengan mengadvokasi kerja sama politik, ekonomi, dan sosial-budaya yang lebih kuat di semua tingkatan. Termasuk bertindak sebagai pejuang dan advokat tingkat tinggi dalam isu air dan sanitasi, memajukan isu ini sebagai agenda politik utama di dalam dan luar PBB.
Disamping itu, Retno akan memfasilitasi kerja sama antar pemangku kepentingan, memperkuat sistem PBB, dan memobilisasi sumber daya untuk mengatasi krisis air global. Sebagai wakil Sekjen PBB dalam proses air global, Retno juga akan bekerja sama dengan UN-WATER dan para anggotanya dalam mendukung implementasi Strategi Sistem PBB tentang Air dan Sanitasi di semua tingkatan, sejalan dengan Kerangka Akselerator Global SDG 6.
