Pedagang Mengeluh, Harga Plastik di Indonesia Naik hingga 50 Persen Imbas Konflik Iran-AS

Harga plastik di Indonesia mengalami kenaikan imbas perang Iran-AS/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Harga plastik di Indonesia, termasuk DKI Jakarta, mengalami kenaikan signifikan.

Lonjakan ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Salah satu pedagang plastik di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Zulkarnain, membenarkan adanya kenaikan tersebut. Ia menyebut harga plastik naik hingga 48–50 persen per kilogram.

“Harganya memang lagi gak normal. Karena ada kekosongan bahan baku, dan PT Chandra Asri menutup orderan biji plastik bahan plastik, makanya harganya amburadul di pasaran, naik antara 48 sampai 50 persen perkilonya,” kata Zulkarnain saat ditemui, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, sebelum kenaikan, harga plastik berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram. Kini, harganya melonjak menjadi Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

“Kalau dulu sebelum naik, harga normal itu Rp32 ribu. Sekarang Rp55 sampai Rp60 ribu,” tambahnya.

Zulkarnain berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku. Pasalnya, kenaikan ini berdampak langsung pada penurunan omzet usahanya.

“Omsetnya menurun drastis. 50 persen turun. Dari sehari bisa Rp4 – 5 juta, sekarang Rp3 atau 2 juta aja,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan kenaikan harga plastik sudah mulai terjadi sejak 28 Februari 2026, namun lonjakan signifikan baru terasa pada April 2026.

Menurutnya, kenaikan harga plastik kali ini merupakan yang paling drastis yang pernah terjadi.

“Baru kali ini. Efek perang Iran sama Amerika. Waktu perang Ukraina gak terlalu banyak naiknya, abis itu udah naik selesai perang langsung turun,” pungkasnya.