Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Donald Trump menyerukan jika sedotan plastik boleh kembali digunakan di AS, pada Senin (10/2) lalu seperti dikutip dari Reuters.
Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan lembaga-lembaga federal dapat berhenti membeli dan menyediakan sedotan kertas, dengan alasan sedotan tersebut ‘tidak berfungsi’ dan dapat rusak terlalu cepat. Sebaliknya, ia mendorong kembalinya sedotan plastik secara penuh di semua gedung pemerintah.
“Ini situasi yang konyol. Kita akan kembali menggunakan sedotan plastik,” kata Trump saat menandatangani perintah eksekutif yang membatalkan aturan yang mendorong penggunaan sedotan kertas dan pembatasan penggunaan sedotan plastik.
Perintahnya tersebut memberi tahu lembaga-lembaga federal dapat berhenti membeli sedotan kertas dan memastikan sedotan tersebut tidak lagi tersedia di gedung-gedung pemerintah.
Langkah ini membatalkan upaya dari pemerintahan Biden, yang telah berencana untuk memulai menghentikan penggunaan sedotan plastik dan plastik sekali pakai lainnya oleh pemerintah pada 2027 untuk memerangi polusi plastik.
Plastik Kertas ‘Liberal’

Sebagai informasi, selama masa kampanyenya sebagai presiden pada 2020, sedotan plastik bermerk “Trump” dijual seharga 15 dolar AS per satu pak isi 10 sebagai pengganti sedotan kertas yang ia sebut ‘liberal’, seperti dikutip dari BBC pada Kamis (13/2).
Secara total, selama masa kampanye Trump dihasilkan 500.000 dolar AS dari penjualan sedotan dalam beberapa minggu pertama saja.
Beberapa laporan menyebutkan jika jumlah sedotan minum sekali pakai yang digunakan di AS mencapai 500 juta sehari, meskipun angka itu masih diperdebatkan dan jumlah sebenarnya bisa jadi hanya setengahnya.
Sementara sebelumnya pada masa kepemimpinan Presiden Joe Biden, sebagai bagian dari upaya mengurangi polusi plastik, pemerintah AS secara bertahap menghapus plastik sekali pakai salah satunya dari kemasan makanan.
Menurut data Statistik Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 460 juta metrik ton plastik diproduksi setiap tahun, berkontribusi terhadap sampah di lautan dan mikroplastik yang dapat memengaruhi kesehatan manusia.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sedotan kertas mengandung sejumlah besar ‘bahan kimia abadi’ seperti zat polifluoroalkil atau PFAS.
PFAS dapat bertahan di lingkungan selama puluhan tahun, mengontaminasi persediaan air dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Editor: Novita Intan
Foto : Ilustrasi/JOE
