Benarkah Vitamin D Berdampak Pada Kesuburan? Begini Faktanya!

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Unsplash.com

Jakarta, GPriority.co.id – Vitamin D tidak hanya ditemukan dalam bentuk obat saja, tetapi juga dapat ditemukan di sinar matahari, yang membantu meningkatkan kesehatan tulang serta kekurangan kalsium. Tak hanya itu, vitamin D juga bagus untuk meningkatkan kesehatan reproduksi di kalangan wanita.

Masalah kesehatan seperti Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) dan endometriosis, menjadi umum terjadi di kalangan wanita, di mana kekurangan vitamin D menjadi salah satu penyebabnya.

Dilansir dari HealthShots.com, Konsultan Senior dari Rumah Sakit Cloud Nine, Gurugram, Dr. Ritu Sethi, mengungkapkan fakta tentang dampak positif vitamin D bagi kesuburan.

Bagaimana vitamin D bekerja untuk kesuburan wanita?

Beberapa penelitian telah mengungkapkan, ditemukan 30 ng/mL vitamin D dalam kadar darah yang berkaitan dengan tingkat kehamilan lebih tinggi. Wanita dengan kadar vitamin D yang baik, kemungkinan empat kali lebih besar untuk hamil dibanding mereka yang punya kadar vitamin D rendah.

Vitamin D berdampak pada fungsi reproduksi wanita

Reseptor vitamin D banyak ditemukan di berbagai jaringan reproduksi, termasuk plasenta, rahim, dan ovarium. Hal itu menunjukkan, bahwa vitamin D memiliki efek secara positif untuk fungsi reproduksi.

Sementara itu, penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D lazim terjadi di kalangan wanita. Di mana mereka juga mengalami infertilitas, sindrom ovarium polikistik, dan endometriosis.

Vitamin D mampu membantu kerja hormon dalam tubuh

Vitamin D juga mampu membantu kerja hormon kesehatan reproduksi, seperti hormon perangsang folikel (FSH), hormon luteinizina (LH), dan hormon anti-Mullerian (AMH). Hormon ini memainkan peran penting dalam perkembangan folikel ovarium, ovulasi, dan kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Tentunya, tingkat vitamin D yang cukup juga membantu menjaga keseimbangan optimal dari hormon-hormon tersebut, yang berdampak bagi kesuburan wanita.

Meningkatkan fungsi ovarium dan endometrium

Vitamin D yang dikonsumsi lewat suplemen telah terbukti meningkatkan fungsi ovarium pada wanita dengan PCOS, di mana ini menghasilkan keteraturan menstruasi yang lebih baik serta peningkatan tingkat ovulasi.

Sementara, endometrium juga memainkan peran penting dalam implantasi dan keberhasilan kehamilan. Dengan mengonsumsi vitamin D, ini dapat memodulasi penerimaan endometrium untuk memengaruhi ekspresi gen, profilerasi sel, serta pengaturan sistem kekebalan tubuh.

Memiliki tingkat vitamin D yang memadai dalam tubuh, ini dapat berkontribusi dalam membantu menciptakan lingkungan endometrium yang lebih menguntungkan untuk membantu impantasi embrio.