Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah resmi membatalkan sistem pembelajaran online bagi siswa yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan April mendatang.
DIlansir dari laporan ANTARA, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan bahwa pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara offline atau tatap muka.
Keputusan pembatalan ini diambil berdasarkan koordinasi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Menteri Agama.
Pratikno mengungkapkan bahwa hasil koordinasi lintas kementerian menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap dilaksanakan demi memastikan kualitas pendidikan tidak menurun dan mencegah terjadinya learning loss.
“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” jelas Pratikno.
Learning loss adalah hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik secara akademis maupun non akademis, yang terjadi karena adanya kesenjangan atau penghentian proses pendidikan dalam jangka waktu tertentu.
Indonesia pernah merasakan learning loss saat sistem pembelajaran online diterapkan ketika menghadapi pandemi COVID-19 pada 2020 lalu. Alhasil, skor PISA Indonesia menurun.
Skor PISA Indonesia pada tahun 2022 tercatat menurun dari skor pada 2018. Kendati demikian, secara peringkat Indonesia masih mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan learning loss yang dirasakan Indonesia saat itu, tidak separah negara lainnya.
Di sisi lain, pemerintah tengah mempertimbangkan opsi pembelajaran hybrid (gabungan online dan offline). Namun, wacana ini belum menjadi urgensi dan belum dibahas lebih lanjut.
Perlu diketahui, pembelajaran online sendiri diwacanakan untuk mengantisipasi krisis energi, dampak dari perang antara AS-Israel dan Iran.
