Senyawa Dalam Darah Ular Piton Berpotensi Jadi Obat Diet Baru, Tanpa Efek Samping!

Ilustrasi ular piton/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi ular piton/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Para ilmuwan menemukan bahwa senyawa dalam darah ular piton berpotensi menjadi terobosan baru dalam dunia penurunan berat badan.

Penelitian ini menunjukkan adanya molekul unik yang mampu menekan nafsu makan tanpa efek samping seperti yang sering muncul pada obat diet berbasis GLP-1. Senyawa tersebut dikenal sebagai para-tyramine-O-sulfate (pTOS), yang ditemukan meningkat drastis dalam tubuh piton setelah makan.

Dilansir dari laporan The Guardian, dalam uji coba pada hewan, pTOS terbukti mampu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi nafsu makan. Menariknya, efek ini terjadi tanpa mengganggu massa otot, energi, maupun kesehatan pencernaan.

Peneliti juga menemukan bahwa senyawa ini bekerja langsung pada bagian otak yang mengatur rasa lapar, berbeda dengan obat GLP-1 yang umumnya bekerja melalui sistem pencernaan.

Ular piton dikenal memiliki kemampuan metabolisme yang ekstrem. Setelah makan, metabolisme mereka bisa meningkat hingga 4.000 kali lipat, bahkan ukuran jantungnya dapat membesar sekitar 25%.

Fenomena unik ini mendorong para ilmuwan untuk mempelajari lebih dari 200 metabolit dalam darah piton, hingga akhirnya menemukan pTOS sebagai kandidat utama terapi obesitas.

Saat ini, obat penurun berat badan berbasis GLP-1 seperti semaglutide memang populer. Namun, penggunaannya sering disertai efek samping seperti mual, gangguan pencernaan, hingga risiko kesehatan tertentu. Selain itu, beberapa studi juga menunjukkan bahwa berat badan bisa kembali naik setelah penggunaan obat dihentikan.
Karena itu, penemuan pTOS dinilai berpotensi menjadi alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan.

Meski hasil awal terlihat menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa terapi berbasis senyawa darah piton masih dalam tahap pengembangan dan belum diuji pada manusia secara luas. Untuk mempercepat pengembangan, tim peneliti bahkan telah mendirikan perusahaan bioteknologi guna mengembangkan versi sintetis senyawa tersebut sebagai obat.

Penemuan senyawa dalam darah ular piton membuka peluang baru dalam pengobatan obesitas. Dengan potensi menekan nafsu makan tanpa efek samping signifikan, pTOS bisa menjadi generasi baru obat diet yang lebih aman dibandingkan GLP-1. Namun, penelitian lanjutan tetap diperlukan sebelum terapi ini benar-benar tersedia untuk manusia.