Pemerintah Indonesia Siap Kirim 10 Ribu Ton Beras Untuk Warga Palestina

Menlu Sugiono saat melakukan orasi di Monumen Nasional (Monas) pada Senin (3/8) lalu/Foto : Dok. Kemlu RI Menlu Sugiono saat melakukan orasi di Monumen Nasional (Monas) pada Senin (3/8) lalu/Foto : Dok. Kemlu RI

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), siap mengirim 10 ribu ton beras untuk warga Palestina.

Dikonfirmasi oleh Menlu RI, Sugiono, pengiriman 10 ribu ton beras ini guna membantu meringankan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina akibat blokade Israel.

Seperti dikutip dari laporan ANTARA pada Selasa (5/8), Menlu Sugiono mengatakan jika bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Indonesia, guna mendukung perjuangan Palestina. Sugiono menyebut tindakan ini sebagai “mandat konstitusional dan komitmen nasional”.

“Sejauh ini Indonesia sudah mengirimkan lebih dari 4.400 ton logistik dan ratuan miliar rupiah bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina,” ungkap Menlu Sugiono saat orasi di Monas pada Senin (3/8) lalu.

Di sisi lain, Menlu Sugiono juga secara tegas menentang pemindahan paksa warga Palestina, serta mengecam tindakan Israel yang meyerang lewat sisi kelaparan.

Ia menekankan, saat ini Indonesia terus aktif menyuarakan dukungan kepada Palestina melalui forum internasional seperti ASEAN, OKI, hingga forum multilateral lainnya. Dirinya berharap, menjelang HUT RI ke-80 ini dapat menjadi momentum untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Pemerintah Indonesia menentang kelaparan yang dijadikan senjata. Pemerintah Indonesia menentang pemindahan masyarakat dan rakyat Palestina dari wilayah tanah airnya,” seru Menlu Sugiono.

Saat ini kondisi di Gaza, Palestina, dilaporkan semakin memburuk buntut dari serangan Israel sejak tahun 2023 lalu, dan telah menewaskan hingga lebih dari 60.000 warga. Serangan itu juga turut menghancurkan berbagai infrastruktur vital, salah satunya terkait sistem kesehatan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga dilaporkan telah menyiapkan sekitar 10.000-20.000 hektare lahan di Sumatera Selatan dan Kalimantan. Rencananya, lahan ini akan dikelola melalui kemitraan dengan Palestina, untuk membantu memastikan pasokan pangan bagi rakyat Palestina di masa mendatang.