Pemerintah Minta Kurangi Euforia Perayaan Nataru 2025/2026, Ganti Doa Bersama

Perayaan natal dan tahun baru/Foto iStock Perayaan natal dan tahun baru/Foto iStock

Morowali, GPriority.co.id – Pemerintah Pusat mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) dengan euforia yang berlebihan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) III, Akhmad Wiyagus, saat menghadiri perayaan HUT ke-26 Kabupaten Morowali di Alun-Alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Jumat (6/12).

“Pesan agar perayaan natal dan tahun baru kali ini tidak dilakukan dengan euforia yang berlebihan,” kata Akhmad.

Ia meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap imbauan tersebut. Menurutnya, suasana batin bangsa Indonesia tengah berduka akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh hingga Sumatera dan menelan banyak korban jiwa.

Akhmad menyarankan agar perayaan Nataru 2025/2026 diisi dengan doa bersama untuk para korban dan penyintas bencana.

“Mari kita ubah pesta pora menjadi doa bersama. Mari kita ganti kembang api dengan rasa empati. Tunjukkan solidaritas kita dari Morowali untuk saudara-saudara kita di Sumatera. Rayakanlah dengan sederhana, hikmah, dan penuh rasa syukur,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Akhmad menegaskan bahwa bencana di wilayah Sumatera menjadi alarm keras bagi semua pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Morowali. 

Ia mengingatkan agar daerah tidak lengah dalam menghadapi situasi lingkungan saat ini.

“Data menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup kita sedang menurun akibat aktivitas pembangunan yang masif,” pungkasnya