Pemerintah Perluas Akses Digital 1.200 UMKM lewat STARt x GENMATIC

Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng TikTok Shop dan Tokopedia untuk mempercepat transformasi digital pelaku usaha melalui program Waktunya STARt x GENMATIC: Generasi Melek Teknologi. Kegiatan ini diikuti sebanyak 1.200 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

“Misi dari TikTok dan Tokopedia selaras dengan yang selama ini kita perjuangkan. Kita ingin memastikan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah, tidak hanya berpusat di kota besar,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Selasa (28/4).

Program tersebut juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses serta meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital dan ekosistem social commerce.

“Kita tidak hanya memikirkan kota besar, tetapi bagaimana kreator, afiliator, dan pelaku usaha di berbagai daerah bisa tumbuh bersama melalui orkestrasi yang merata, termasuk di luar Jawa,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, proses dari penemuan hingga pembelian produk dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal di pasar digital.

Sementara itu, Senior Director Tokopedia (TikTok Shop), Vonny Susamto, menyebut kolaborasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha lokal.

“Local Business Empowerment hadir untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan literasi digital, keterbatasan kapasitas bisnis, hingga akses pasar. Kami berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi membangun ekosistem yang berkelanjutan,” ungkap Vonny.

Dalam implementasinya, inisiatif Local Business Empowerment (LBE) memiliki tiga pilar utama. Pilar pertama, Waktunya STARt, berfokus pada pelatihan berkelanjutan bagi UMKM dan kreator yang telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Sulawesi Selatan dengan dukungan 12 pemerintah daerah.

Secara nasional, program pelatihan ini telah menjangkau lebih dari 3.500 UMKM dan afiliator, serta sekitar 3.000 pelajar dan mahasiswa. Lebih dari 100 trainer tersertifikasi juga telah mengedukasi hingga 45.000 penjual dalam ekosistem digital.

Pilar kedua, Beli Lokal, diarahkan untuk memperkuat eksposur produk dalam negeri melalui kurasi dan kampanye berkelanjutan. Hingga kini, lebih dari 20.221 toko telah bergabung dengan peningkatan penjualan mencapai 58 persen.

Sementara pilar ketiga, Lokal Mendunia, difokuskan pada ekspansi brand Indonesia ke pasar global. Lebih dari 50 brand telah masuk dalam pipeline pengembangan internasional, dengan sebagian mulai merambah pasar Asia Tenggara.

Head of Public Policy & Government Relations TikTok & Tokopedia–TikTok Shop, Hilmi Adrianto, menyoroti besarnya potensi ekosistem digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

“Dengan lebih dari 160 juta pengguna TikTok di Indonesia serta tingginya volume konten yang diproduksi setiap menit, platform kami menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk mengakselerasi promosi sekaligus transaksi. Integrasi konten dan commerce terbukti mendorong engagement dan keputusan pembelian secara signifikan,” jelas Hilmi.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas penguatan inovasi layanan, termasuk pengembangan TikTok Shop sebagai discovery e-commerce serta TikTok Go yang memperluas konektivitas dengan bisnis lokal di sektor jasa dan pariwisata.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf turut didampingi Deputi Bidang Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himan, Direktur Konten Digital Yuana Rochma Astuti, serta Tenaga Ahli Bidang Isu Media dan Opini Publik Hasbil Mustaqim Lubis.