Penelitian: Suplemen Coklat Dapat Memperlambat Penuaan Dan Cegah Penyakit Jantung

suplemen coklat atau ekstrak kokoa, punya banyak manfaat bagi kesehatan/Foto : Ilustrasi Dok. iStock suplemen coklat atau ekstrak kokoa, punya banyak manfaat bagi kesehatan/Foto : Ilustrasi Dok. iStock

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Penelitian terbaru yang dilansir dari NY Post, mengungkapkan bahwa suplemen coklat atau ekstrak kakao, dapat memperlambat penuaan dan mencegah penyakit jantung.

Dr. Howard Sesso, peneliti yang terlibat dalam studi tersebut mengatakan jika produk kakao pada suplemen coklat kaya akan flavanol, yang bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.

Sementara itu, penelitian sebelumnya mengungkapkan jika ekstrak kakao dapat mengurangi penanda inflamasi dalam tubuh, sebagian besar berkat adanya kandungan flavanol yang tinggi.

Senyawa alami tersebut juga ditemukan dalam buah-buahan, sayur-sayuran, dan teh, yang dikenal karena sifat antioksidannya. Senyawa tersebut telah terbukti mengurangi peradangan, mencegah pembekuan darah, hingga meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Brigham and Women’s Hospital meluncurkan uji coba COSMOS, dalam rangka meneliti bagaimana ekstrak kakao dapat memengaruhi kesehatan jantung dan melawan penuaan.

Sesso, direktur asosiasi Divisi Pengobatan Pencegahan di rumah sakit tersebut bersama tim peneliti menganalisis sampel darah dari 598 peserta berusia 60 tahun ke atas yang mengonsumsi suplemen coklat atau ekstrak kakao.

Selama 2 tahun lamanya, peneliti melihat perubahan dimana kadar satu protein pro-inflamasi yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi (hsCRP), menurun hingga 8,4 persen setiap tahunnya.

Artinya, orang yang mengonsumsi suplemen coklat atau ekstrak kakao memiliki kemungkinan 27 persen lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

“Menariknya, kami juga menemukan adanya peningkatan interferon-y dan sitokin yang berhubungan dengan imun,” ujar Dr. Yanbin Dong, peneliti senior dalam studi tersebut.

Ia menambahkan, “Meskipun ekstrak kakao bukanlah pengganti gaya hidup sehat, hasil ini penelitian ini cukup mengembirakan dan memiliki peran potensial dalam memodoulasi peradangan seiring bertambahnya usia,” tutup Dong yang juga merupakan direktur dari Georgia Prevention Institute.