Amerika Serikat, GPriority.co.id – Dr. Joe Salinas, seorang ahli saraf perilaku dan kepala petugas medis di Isaac Health, meluruskan 7 mitos umum yang selama ini beredar tentang kesehatan otak.
Kesehatan otak menjadi bagian penting, karena apabila fungsinya menurun, dapat menyebabkan berbagai gangguan yang dapat menghambat aktivitas. Mulai dari pikun, demensia, bahkan alzheimer.
Agar tak lagi terkecoh, berikut ini 7 mitos umum tentang kesehatan otak yang harus anda ketahui, sebagaimana dilansir dari NY Post.
1. Suplemen dan vitamin penambah daya otak terbukti efektif
Anda pasti pernah menemukan suplemen atau vitamin dengan embel-embel seperti meningkatkan daya ingatan. Salinas menekankan, kebanyakan dari produk tersebut ternyata hanya memiliki sedikit efek, atau bahkan sama sekali tidak terbukti manfaatnya.
“Untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, dapat dilakukan dengan menjaga pola makan yang seimbang,” tekan Salinas.
2. Mengganti waktu tidur yang kurang dan tidak akan membahayakan otak
Kurang tidur secara terus-menerus bahkan ketika anda mencoba menggantinya di akhir pekan, justru dapat membuat otak anda stres dan meningkatkan risiko jangka panjang terhadap masalah memori dan demensia.
“Tidur secara teratur dan berkualitas dapat melindungi kesehatan otak,” ungkapnya sambil menjelaskan jika tidur dapat membuang limbah dari otak dan memperkuat ingatan.
Justru dengan kurang tidur, dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif seiring berjalannya waktu.
3. Semua makanan manis buruk bagi otak
Meski terlalu banyak mengonsumsi gula dapat membahayakan kesehatan anda, tetapi tidak semua makanan manis akan berdampak buruk bagi otak.
Sebagai contoh, cokelat hitam. Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil, camilan pahit-manis ini dapat berfungsi untuk kesehatan otak yang lebih baik, menurut beberapa penelitian.
4. Multitasking meningkatkan kinerja otak
Jika anda selama ini bekerja secara multitasking dan merasa kebiasaan tersebut dapat membuat anda lebih produktif, anda salah. Salinas mengatakan, kebiasaan multitasking justru dapat merusak kemampuan seseorang untuk fokus.
“Aktivitas otak menurun, kesalahan meningkat, dan stres kronis serta gangguan dapat meningkatkan risiko jangka panjang terhadap penurunan kognitif,” ujar Salinas.
5. Teka-teki silang, Sudoku, dan aplikasi “latihan otak” meningkatkan daya ingat dan kemampuan memecahkan masalah
Meskipun permainan ini membuat pikiran Anda sibuk dan terhibur, Salinas mengatakan permainan ini tidak selalu meningkatkan daya ingat sehari-hari atau pemikiran kritis.
“Kuncinya adalah secara teratur mencoba latihan mental baru yang menantang,” tekannya.
6. Anggur merah dapat menyehatkan otak
Menurut dokter, manfaat kognitif yang ditawarkan anggur merah kecil, dan akan hilang jika anda minum berlebihan.
“Rekomendasi yang lebih baru adalah tentang alkohol yang sedikit atau tidak ada sama sekali,” katanya.
7. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengatasi Alzheimer atau demensia
“Meskipun kita belum menemukan obatnya, deteksi dini dan perawatan medis spesialis dapat membuat perbedaan yang berarti,” kata Salinas.
Salinas menyarankan untuk mengubah gaya hidup yang dapat membantu pasien untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, terutama terkait kesehatan otak.
