Pengamat UGM Soroti Banyaknya Sarjana yang Terpaksa Bekerja di Sektor Informal

Pengamat UGM Soroti Banyaknya Sarjana yang Terpaksa Bekerja di Sektor Informal Pengamat UGM Soroti Banyaknya Sarjana yang Terpaksa Bekerja di Sektor Informal

Jakarta, GPriority.co.id – Lapangan kerja di Indonesia yang semakin sulit hingga banyak WNI yang bekerja di luar negeri, menjadi sorotan seorang Pengamat UGM.

Tadjuddin Noer Effendi, yang merupakan Pengamat Ketenagakerjaan dari UGM juga menyoroti semakin banyaknya sarjana di Indonesia yang terpaksa beralih ke sektor informal.

Sebut saja, seperti menjadi sopir, ojek online, hingga asisten rumah tangga. Hal tersebut dipicu oleh terbatasnya lapangan kerja di sektor formal yang ada di tanah air. Padahal, pertumbuhan angkatan kerja terus meningkat hingga saat ini.

Data BPS melaporkan, setiap tahun setidaknya ada 3 hingga 3,5 juta orang yang masuk ke pasar kerja. Namun secara teoritis, pertumbuhan ekonomi 1 persen hanya mampu menciptakan 200-300 ribu lapangan pekerjaan baru.

Solusi yang dapat dilaksanakan pemerintah menurut Tadjuddin adalah dengan meningkatkan penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Dengan mengirimkan kelebihan tenaga kerja ke negara lain, pemerintah Indoneia bukan hanya menekan angka pengangguran dalam negeri, namun juga dapat memperoleh devisa melalui remitansi para pekerja migran.

Tadjuddin menilai, strategi tersebut dapat lebih efektif untuk mengatasi adanya ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dengan lapangan kerja yang tersedia di dalam negeri.

Namun menurut Laporan dari World Employment and Social Outlook dari ILO edisi Mei 2025, menandakan bahwa bertumbuhnya pekerja di sektor informal bukan hanya di Indonesia, namun seluruh dunia.

Menurut laporan tersebut, lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia kini bekerja pada sektor informal. Angka tersebut bahkan merupakan 57,8 persen dari total pekerja secara global.

Dalam 10 tahun terakhir, pekerja sektor informal bertumbuh sebanyak 13,7 persen lebih cepat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pekerja informal yang meningkat hanya 12,6 persen.

Namun, pekerja pada sektor ini menghadapi berbagai tantangan. Diantaranya seperti ketidakpastiannya pendapatan, minimnya jaminan sosial seperti asuransi kesehatan, serta keterbatasan akses kredit.

Foto : Dok. Gojek Indonesia