Penyebab Tremor Dan Apa Dampaknya

Tremor merupakan penyakit gangguan gerak atau gemetar yang disebakan oleh adanya gangguan di bagian otak yang berfungsi mengatur pergerakan otot.

Ditandai dengan bergetarnya dibagian tubuh atau lebih sering terjadi di tangan. Tremor dapat dialami sesekali atau terus-menerus. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti tremor, dan kondisi ini juga tidak menular, namun dapat diturunkan dalam keluarga, dengan orangtua kemungkinan 50 persen mewariskannya kepada anak.

Kondisi ini juga dapat muncul sebagai salah satu gejala dari penyakit lain. Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan munculnya tremor diantaranya multiple sclerosis, hipertiroidisme, penyakit parkinson, cedera kepala, dan stroke.

Selain itu juga beberapa kondisi lain dapat memicu terjadinya tremor, diantaranya kadar gula darah rendah (hipoglikemia), kelelahan otot, keracunan merkuri, konsumsi kafein, gangguan kecemasan atau panic, efek samping penggunaan obat-obatan (obat asma, amfetamin, kortikosteroid, lithium, dan beberapa obat antidepresan), gagal hati atau gagal ginjal, dan berusia lanjut.

Adapun untuk gejalanya pada sebagian besar kasus jenis tremor esensial, gejala tremor dimulai dari lengan dan tangan. Bisa hanya satu sisi, bisa juga pada kedua sisi lengan, tangan, dan lama-kelamaan dapat dialami oleh tungkai dan kaki.

Pada sekitar 30 persen kasus, tremor bisa terjadi pada otot di daerah kepala dan leher, seperti di otot wajah, rahang, ataupun pita suara. Getaran yang terjadi pada tremor esensial terjadi sewaktu-waktu, terutama saat pengidapnya mengalami emosi, stres, ataupun kelelahan. Namun seiring berjalannya waktu, tremor dapat terjadi setiap saat, kecuali saat tidur.

Tremor umumnya bukan merupakan suatu kondisi yang serius. Namun, jika disebabkan penyakit Parkinson kondisinya dapat semakin memburuk seiring perkembangan penyakitnya.

Jika sering terjadi dan intensitasnya meningkat, tremor juga dapat menyebabkan komplikasi berupa kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti makan, mandi, dan bekerja. Selain itu juga gangguan sosial akibat penderita membatasi aktivitas fisik, bepergian, dan komunikasi dengan orang lain untuk menghindari rasa malu akibat tremor.

Pada dasarnya belum ada cara efektif untuk mencegah tremor, hal terbaik yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pola hidup yang sehat seperti melakukan olahraga ringan dengan mengangkat barbel untuk memperkuat otot-otot di pergelangan tangan.

Menghindari diri dari pikiran yang membebani agar tidak stress, mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein dan memperbanyak konsumsi air mineral, serta tidur dan beristirahat yang cukup. (Dwi.foto.dok Istimewa)

Related posts