Perayaan Natal dan Tahun Baru

Setiap 25 Desember umat Kristiani bersuka cita dalam Natal. Suka cita Natal dirayakan dengan berbagai cara mulai dari yang sederhana sampai mewah. Tidak harus dengan yang mahal. Kesederhanaan dalam perayaan Natal tidak akan mengurangi makna Natal yang sesungguhnya.

Tidak hanya menghiasi rumah, gereja, maupun bangunan-bangunan di sekeliling kita. Akan tetapi, kita juga harus menghiasi diri dan juga hati agar tetap memancarkan kebaikan bagi sesama. Natal seharusnya dirayakan dengan mengucap syukur untuk hidup yang diberi-Nya.

Makna Natal yang sesungguhnya adalah masa di mana keselamatan tiba, di mana Tuhan lahir menjadi bayi di Betlehem untuk memperbaiki hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan Tuhan.  Natal merupakan hadiah dari Tuhan yang paling besar dan wujud nyata Kasih Tuhan bagi manusia.

Natal adalah kesederhanaan. Natal adalah pengorbanan dan pengampunan. Mari rayakan dengan sederhana namun penuh makna dan biarlah pengorbanan kita diketahui oleh Tuhan Yesus agar memperoleh pengampunan nantinya.

Biasanya, perayaan Natal juga diiringi dengan Tahun Baru yang jatuh setiap tanggal 1 Januari. Tahun baru merupakan titik awal selama satu tahun ke depan.  Di momen tahun baru inilah kita meluangkan waktu untuk memikirkan kembali apa yang telah diperbuat selama satu tahun terakhir. Dan juga memikirkan apa yang akan dilakukan di masa mendatang untuk memperbaharui kehidupan. Selamat Natal dan Tahun Baru. (VIA)

Related posts