Jakarta, GPriority.co.id – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo, mendorong anggotanya untuk menjalankan aktivitas yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Lanjutnya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan seharusnya tidak hanya mengedepankan penyerapan anggaran, melainkan juga memperhatikan pencapaian output dan kinerja. Aspek ini sesuai dengan perjanjian kinerja yang telah diteken oleh pejabat sesuai tingkatannya.
“Benefit dari kegiatan yang dilaksanakan juga penting untuk diperhatikan, sejauh mana kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat membawa dampak baik bagi masyarakat,” ungkap Yusharto saat memimpin Rapat Sosialiasi Langkah-Langkah Awal Tahun Anggaran 2024 di Aula Kantor BSKDN, Jakarta, Selasa (16/1).
Yusharto juga memberi peringatan kepada timnya untuk memverifikasi bahwa penggunaan anggaran sesuai dengan rencana pencairan dana yang tercatat dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
“Mari tidak menunda-nunda pekerjaan, jangan sampai menumpuk di akhir tahun. Pastikan semua kegiatan harus berjalan efektif mulai dari bulan Januari ini,” imbau Yusharto.
Dengan demikian, dia menekankan bahwa perencanaan pelaksanaan kegiatan pada tahun anggaran 2024 perlu dilakukan dengan lebih teliti, mempertimbangkan kondisi, hambatan, dan pembelajaran dari tahun sebelumnya. Ini mencakup pengaturan agenda, jadwal kegiatan, dan rencana pencairan dana.
“Saya minta kepada sekretaris dan para kepala pusat agar melakukan pengawalan secara ketat terhadap pelaksanaan DIPA tahun anggaran 2024,” ucapnya.
Tidak lupa, Yusharto juga menekankan pentingnya mematuhi prinsip efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan anggaran. Oleh karena itu, ia meminta stafnya untuk meningkatkan pengendalian internal.
“Ini untuk menghindari kesalahan administrasi keuangan yang sama secara berulang, termasuk administrasi dalam pengelolaan BMN (Barang Milik Negara),” ujarnya.
Foto: Puspen Kemendagri
