Perilaku Eksibisionis, Gangguan Mental atau Kelainan Seksual?

Jakarta,GPriority.co.id – Eksibisionis atau eksibisionisme adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang untuk mengekspos organ seksualnya kepada sembarang orang yang ditemuinya. Pelaku eksibisionis memiliki keinginan kuat untuk diamati oleh orang lain ketika melakukan aktivitas seksual.

Beberapa waktu lalu, jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya video seorang wanita yang memamerkan organ seksualnya di sebuah Bandara. Setelah melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan, wanita tersebut diketahui menderita kelainan psikologis eksibisionisme.

Eksibisionisme digolongkan sebagai suatu penyakit mental karena penderitanya akan merasa sangat tertekan jika tidak melakukan hal tersebut. Biasanya mereka akan bertindak atas desakan diri sendiri dengan membuat orang lain sebagai ‘korban’.

Selain mempertontonkan organ seksualnya di tempat umum, pelaku eksibisionisme juga sering kali membuat video atau konten berbau pornografi. Mereka biasanya membuat video dengan melakukan rekaman secara tersembunyi di tempat-tempat umum seperti restoran, taman, atau fasilitas umum lainnya.

Aktivitas eksibisionisme juga bisa disebut fetish disorder atau kelainan seksual. Seseorang yang menderita kelainan seksual biasanya tidak menyadari bahwa ia mengalami kondisi tersebut. Untuk mengatasi eksibisionisme, dokter biasanya memberikan psikoterapi dan antidepresan.

Jenis antidepresan yang diberikan biasanya berupa inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI). Selain SSRI, dokter biasanya akan memberikan obat yang mengubah dorongan seks dan mengurangi kadar testosteron seperti leuprolide dan medroxyprogesterone acetate. (Hn.)

Related posts