Peringatan Hari Anak Nasional, Begini Permintaan Bupati Yansen

Malinau, Gpriority – Memperingati Hari Anak Nasional yang ke-35th, Bupati Malinau Dr. Yansen TP meminta kepada segenap orangtua agar dapat memberikan perlindungan kebutuhan dasar kepada anak-anaknya. Seperti gaya hidup, pergaulan, teladan, dan kasih sayang.

“Yang ditangkap anak-anak itu bukan dari kata-kata saja. Tapi apa yang terlihat secara visual dan dirasakan anak-anak,” ujar Yansen TP, Kamis (23/7/2020).

Menurut dia, orang tua harus memiliki kesadaran tinggi dalam menerapkan prinsip norma kehidupan yang baik.
“Berikan nilai-nilai hidup yang benar kepada anak-anak kita. Supaya kelak anak-anak memiliki budi pekerti yang baik,” tambah Yansen.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Dr. Yansen TP menyampaikan, bahwa anak merupakan masa depan dan generasi penerus serta aset bangsa dan negara.

“Mengapa demikian? karena, kalau berbicara aset generasi penerus bangsa, maka anak-anak menjadi sentral yang harus menjadi perhatian. Baik dilingkungan rumah tangga, masyarakat dan pemerintah,” ungkap Yansen.

Menurut dia, anak-anak di tengah masyarakat akan melahirkan interaksi sosial. Ini akan membentuk karakter seorang anak.

“Masyarakat harus sadar akan melahirkan karakter generasi bangsa. Kontribusi masyarakat melalui interaksi sosial harus betul-betul terjaga. Masyarakat mesti memberikan teladan, tutur kata dan ucapan yang baik sehingga terhindar dari nilai-nilai negatif,” jelasnya.

Yansen mengatakan, bahwa pemerintah daerah telah memiliki kebijakan startegis untuk melindungi hak-hak anak tersebut. Salah satunya, menjalankan program wajib belajar 16 tahun. Dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP, SMA/ SMK hingga ke Perguruan Tinggi.

“Kita sudah mengambil langkah kebijakan strategis menjalankan wajib belajar 16 tahun,” terang Yansen.

Dia meminta agar orang tua tidak membiarkan anak-anaknya keluyuran saat jam belajar.
“Hal-hal negatif harus dibuang. Beri kesempatan anak-anak ini belajar. Misalnya, dimulai pukul 19.00-21.00 wita. Jangan sampai pukul 20.00 wita malam anak-anak masih keluyuran. Itu sudah keliru,” tandasnya.#(FBI)

Related posts