Denmark, GPriority.co.id – Setelah AS (Amerika Serikat) menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro bersama istrinya, kini Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen, mendesak AS untuk menghentikan ancaman ke Greenland.
Dilansir dari WIO News pada Senin (5/1), Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengklaim ingin menjadikan wilayah Denmark tersebut sebagai bagian dari negaranya guna melayani kepentingan keamanan nasional AS, mengingat lokasinya yang strategis di Arktik. Frederiksen dengan jelas menyatakan bahwa AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark tersebut.Â
Greenland memiliki populasi 57.000 jiwa, telah memiliki pemerintahan sendiri yang luas sejak 1979, meskipun pertahanan dan kebijakan luar negeri tetap berada di tangan Denmark. Wilayah ini juga kaya akan mineral penting yang digunakan di sektor teknologi tinggi.
“Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada Amerika Serikat: sungguh tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa Amerika Serikat harus mengambil alih Greenland… Sama sekali tidak masuk akal untuk membicarakan perlunya Amerika Serikat mengambil alih Greenland… AS tidak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di kerajaan Denmark,” kata Frederiksen dalam sebuah pernyataan pada Minggu (4/1) malam.
“Oleh karena itu, saya sangat mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan ancaman terhadap sekutu yang secara historis dekat dan terhadap negara dan bangsa lain yang telah dengan sangat jelas mengatakan bahwa mereka tidak untuk dijual,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan oleh Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen.
“Hubungan antar negara dan masyarakat dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional — bukan atas dasar isyarat simbolis yang mengabaikan status dan hak-hak kami,” katanya di X.
Namun, ia juga mengatakan bahwa, “Tidak ada alasan untuk panik atau khawatir. Negara kami tidak untuk dijual, dan masa depan kami tidak ditentukan oleh unggahan media sosial.”
Begitupun dengan Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moeller Soerensen, yang juga bereaksi dengan mengatakan, “Kami mengharapkan penghormatan penuh terhadap integritas teritorial.”
Trump pun belum lama melalui wawancara dengan wartawan setelah penangkapan Maduro mengatakan, bahwa AS membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional yang menurutnya tidak mampu dilakukan oleh Denmark.
“Kita membutuhkan Greenland. Kita benar-benar membutuhkan Greenland… [Greenland] dikelilingi oleh kapal Rusia dan Tiongkok,” ujar Trump dikutip dari AFP.
Trump menyebut keamanan nasional sebagai alasan dibalik rencananya tersebut. Sementara itu, Katie Miller, istri dari wakil kepala staf Trump, Stephen Miller, memposting gambar kontroversial wilayah otonom Denmark dengan warna bendera AS di akun X-nya.
Ia memberi keterangan pada postingan tersebut dengan kalimat “SEGERA,” hingga memicu percakapan bahwa AS mungkin akan mencoba menguasai Greenland selanjutnya. Stephen Miller pun secara luas dianggap sebagai arsitek dari sebagian besar kebijakan Trump.
