Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 menjadi refleksi kuat jati diri Indonesia sebagai bangsa besar yang majemuk dan bersatu dalam keberagaman.
Ia menekankan bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman suku, etnis, ras, agama, dan budaya yang sangat luas. Namun, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan dalam membentuk satu bangsa.
“Kita adalah bangsa yang sangat besar. Para pakar ada yang hitung kelompok etnis yang ada di Indonesia itu 1.700, dengan bahasa daerah yang sangat banyak. Kita di bumi Nusantara ini, suku-suku kita menganut agama-agama yang berbeda-beda tapi kita bisa bersatu, kita bisa hidup sebagai satu bangsa, satu Nusa yang memiliki satu bahasa karena kita punya niat yang sama. Kita ingin meraih kehidupan yang baik bersama,” ujar Prabowo dalam acara Natal Nasional yang digelar di Jakarta, Senin (5/1).
Ia menyoroti bahwa keberadaan bangsa Indonesia merupakan takdir Tuhan yang patut disyukuri. Ia menyebut, meski setiap individu tidak dapat memilih tempat dan kondisi kelahiran, dari proses itulah Indonesia tumbuh menjadi negara besar di dunia.
“Saya merasa besar hati, saya merasa bangga mendapat kehormatan besar menjadi presiden dari sebuah negara yang sangat besar, jumlahnya keempat terbesar di dunia. Negara sebesar Eropa, Eropa 27 negara, kita satu negara,” imbuh Kepala Negara.
Maka itu, Presiden Prabowo turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang relatif aman dan damai, di tengah situasi global yang diwarnai ketegangan dan konflik di berbagai wilayah.
Menurutnya, sebagai negara besar, Indonesia tentu tidak lepas dari perbedaan pandangan, persaingan, hingga potensi konflik. Namun secara umum, bangsa Indonesia dinilai mampu menjaga keharmonisan dan saling menghormati.
“Kita mengerti, negara sebesar ini pasti ada perselisihan paham, ada konflik, ada perseteruan, ada persaingan. Tetapi secara umum, bangsa-bangsa lain mulai melihat bangsa Indonesia, bahwa bangsa sebesar ini dapat hidup dengan harmoni, dengan saling menghormati dan saling mencintai,” ungkap Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo juga menegaskan komitmennya bersama Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja keras dalam melayani dan mengabdi kepada rakyat Indonesia.
“Karena itu saya bersama pembantu-pembantu saya bekerja sangat keras,” kata Prabowo.
