Profesor Iran Bongkar Disinformasi Protes: Tuduhan Korban Jiwa Massal Tak Berdasar

Teheran, Gpriority.co.id – Analis politik terkemuka Iran, Prof. Seyed Mohammad Marandi, menyanggah keras tuduhan “korban jiwa massal” dalam protes terkini di Iran. Menurutnya, klaim tersebut tidak dapat diandalkan karena berasal dari kelompok-kelompok luar negeri yang diduga terlibat disinformasi.

Dalam pernyataannya di media sosial miliknya, Marandi menyoroti Center for Human Rights in Iran sebagai sumber utama tuduhan tersebut. “Kelompok ini bukan berada di Iran, melainkan di New York dan didanai oleh National Endowment for Democracy (NED) yang berafiliasi dengan CIA,” tulisnya. Ia menambahkan bahwa ketua kelompok, Minky Worden, adalah warga Amerika yang pernah menjalankan kampanye anti-China, termasuk upaya gagal mengubah nama Olimpiade Musim Dingin Beijing menjadi “Olimpiade Genosida”.

Marandi juga mengkritik sumber lain seperti Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), yang disebutnya sebagai outlet disinformasi berbasis AS dan didanai NED. “Protes ini bukan dipimpin rakyat Iran, melainkan operasi perubahan rezim AS yang saling terkait,” tegasnya.

Sebelumnya, Marandi melaporkan pencapaian aparat keamanan Iran. Polisi keamanan di Bushehr mengumumkan penyitaan 60.000 senjata api dari penyelundup kerusuhan, yang ditujukan untuk mempersenjatai teroris di Teheran. Selain itu, dua teroris berhasil ditangkap dalam operasi tersebut.

Profil Prof. Seyed Mohammad Marandi

Seyed Mohammad Marandi (lahir 14 Mei 1966) adalah akademisi, intelektual, dan analis politik Amerika-Iran. Situs webnya menggambarkannya sebagai “pembela revolusi Islam Iran yang terkemuka”. Lahir di Richmond, Virginia, AS, dari ayah Alireza Marandi, ia pindah ke Iran pada usia 13 tahun dan secara sukarela ikut berperang dalam Perang Iran-Irak melawan rezim Saddam Hussein. Marandi menempuh pendidikan di Universitas Birmingham, Inggris, dan kini menjabat sebagai profesor di Universitas Teheran.

Foto : Seyed Mohammad Marandi FB