Main Gim Lebih dari 10 Jam Seminggu Disebut Picu Obesitas dan Gangguan Tidur

Ilustrasi bermain gim. Foto: istimewa Ilustrasi bermain gim. Foto: istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah studi terbaru mengungkap keterkaitan antara durasi bermain gim yang berlebihan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan, mulai dari kualitas tidur hingga masalah berat badan pada kaum muda.

Mengutip laporan New York Post, Minggu (18/1), riset yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition menemukan bahwa bermain video game lebih dari 10 jam per minggu dapat berdampak signifikan terhadap pola makan, pola tidur, dan indeks massa tubuh.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 300 mahasiswa di Australia dengan rata-rata usia 20 tahun. Para responden dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan durasi bermain gim per minggu.

Kelompok pertama merupakan pemain gim berdurasi rendah yang bermain antara nol hingga lima jam per minggu. Kelompok kedua adalah pemain gim berdurasi sedang dengan waktu bermain lima hingga 10 jam per minggu. Sementara kelompok ketiga merupakan pemain gim berdurasi tinggi yang menghabiskan waktu bermain lebih dari 10 jam per minggu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan pemain gim berdurasi rendah dan sedang relatif serupa. Namun, penurunan kesehatan mulai terlihat secara signifikan pada kelompok yang bermain gim lebih dari 10 jam per minggu.

Kelompok pemain gim berdurasi tinggi dilaporkan mengalami penurunan kualitas pola makan serta peningkatan indeks massa tubuh (IMT) dengan rata-rata mencapai 26,3, yang termasuk dalam kategori obesitas.

Selain itu, seluruh kelompok responden melaporkan kualitas tidur yang memburuk. Namun, skor kualitas tidur terburuk tercatat pada pemain gim berdurasi sedang dan tinggi dibandingkan kelompok berdurasi rendah.

Peneliti menekankan pentingnya mengontrol waktu bermain gim sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Pemimpin studi, Profesor Mario Siervo dari Curtin School of Population Health, menyatakan bahwa kebiasaan bermain gim secara berlebihan berpotensi berkaitan dengan peningkatan berbagai faktor risiko kesehatan.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa meskipun gim dapat menjadi sarana hiburan, pengaturan durasi bermain tetap diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik dan kualitas hidup, khususnya bagi generasi muda.