Profil Paris Pernandes, dari “Salam dari Binjai” hingga Duel Tinju Lawan Rudy Golden Boy

Paris Pernandes & Rudy Golden Boy. Foto:(Instagram/parispernandes_) Paris Pernandes & Rudy Golden Boy. Foto:(Instagram/parispernandes_)

Jakarta, GPriority.co.id – Industri hiburan Tanah Air kembali diramaikan dengan duel tinju selebritas. Setelah pertarungan panas antara El Rumi dan Jefri Nichol, kini giliran Paris Pernandes dan Rudy Golden Boy yang dipastikan akan naik ring.

Laga yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 9 November 2025 ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan paling ditunggu, terutama karena mempertemukan dua tokoh dengan latar belakang yang berbeda. Di balik popularitasnya sebagai ikon media sosial, Paris Pernandes memiliki perjalanan karier yang unik dan penuh perjuangan.

Profil Paris Pernandes

Paris Pernandes adalah seorang pria kelahiran Binjai, Sumatera Utara, pada 14 Agustus 1998. Nama Paris menjadi sangat terkenal setelah videonya viral di TikTok dengan jargon khas “Salam dari Binjai” dan aksinya yang brutal saat meninju pohon pisang.

Meskipun dikenal luas berkat konten tersebut, di balik video viral itu Paris sebenarnya adalah seorang atlet tinju. Ia bahkan pernah mewakili Sumatera Utara di Kejurnas Remaja, membuktikan bahwa kemampuan bertinjunya bukan sekadar akting.

Perjalanan karier Paris sangat menarik. Ia memulai karier sebagai atlet di ring tinju, kemudian bekerja di minimarket, hingga akhirnya beralih menjadi kreator konten. Paris berhasil memadukan humornya yang menghibur dengan kemampuan fisik seorang petinju, menciptakan persona unik yang digemari banyak orang.

Pertarungan antara Paris dan Rudy akan diadakan dengan aturan tinju Welter (66,6 kg) dan menggunakan sarung tinju 10 oz.

Laga ini tidak hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga dipenuhi gengsi. Kabarnya, Rudy Golden Boy sempat menyebut Paris sebagai “CEO boneka”. Pernyataan ini membuat laga tersebut semakin menarik untuk disaksikan publik, karena Paris memiliki kesempatan untuk membuktikan kemampuannya di atas ring.

Pewarta: Rizqi Juned

Editor: Dimas A Putra