Jakarta, GPriority.co.id – Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan (Menhan), meninggal dunia pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, dalam usia 84 tahun.
Kabar wafatnya tokoh yang dikenal sebagai akademisi dan diplomat senior itu dibenarkan oleh pihak keluarga. Putranya, Vishnu Juwono, menyampaikan bahwa sang ayah meninggal dunia setelah mengalami stroke berulang.
āAyah mengalami serangan stroke fatal di tengah perawatan intensif untuk gangguan pembuluh darah otak,ā ujar Vishnu dikutip GPriority, Minggu (29/3).
Ia menjelaskan, Juwono telah berjuang melawan penyakit stroke selama empat tahun terakhir, sebelum akhirnya mengalami serangan stroke keempat yang berujung fatal.
Pendidikan
Juwono Sudarsono dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pertahanan Indonesia. Pria kelahiran Ciamis, 5 Maret 1942 ini tercatat sebagai Menteri Pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil.
Di dunia akademik, Juwono memiliki rekam jejak pendidikan yang impresif. Ia menempuh studi di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan di Institute of Social Studies, University of California, Berkeley, hingga meraih gelar doktor dari London School of Economics.
Selain dikenal serius dalam bidang keilmuan, Juwono juga memiliki sisi santai. Saat menempuh studi di Berkeley, ia bersama delapan mahasiswa Indonesia lainnya membentuk kelompok āBerkeley Eightā yang sering diplesetkan menjadi āBerkelahi Berdelapanā.
āKami berdelapan menyebut program studi kami Politics and Chinese Food Studies,ā kelakar Juwono.
Karier
Sepanjang kariernya, Juwono menduduki berbagai posisi strategis, baik di bidang akademik maupun pemerintahan.
Ia pernah menjadi Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia hingga 2020, serta menjabat Dekan FISIP UI pada 1988ā1994.
Di pemerintahan, ia dipercaya menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup pada 1998 di era Soeharto. Setelah itu, ia menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa transisi reformasi 1998ā1999.
Kariernya di bidang pertahanan dimulai saat ia dipercaya menjadi Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional (1999ā2000). Ia kemudian kembali menjabat posisi yang sama pada Kabinet Indonesia Bersatu (2004ā2009).
Selain itu, Juwono juga pernah mengemban tugas sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya pada 2003ā2004.
Untuk diketahui, jenazah almarhum disemayamkan di Gedung Urip Sumiharjo, Kementerian Pertahanan. Rencananya, ia akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Minggu (29/3).
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik, diplomasi, dan pertahanan Indonesia. Ia dikenang sebagai sosok intelektual yang berkontribusi besar dalam membangun kebijakan strategis nasional.
