Mengenang Yurike Sanger, Istri ke-7 Soekarno yang Wafat di Usia 80 Tahun

Yurike Sanger. Foto:(Dok/Pinterest) Yurike Sanger. Foto:(Dok/Pinterest)

Jakarta, GPriority.co.id – Kabar duka datang dari Amerika Serikat. Yurike Sanger, istri ketujuh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dikabarkan wafat di usia 80 tahun.

Berdasarkan pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jurike Sanger meninggal dunia di California pada Rabu (17/9) waktu setempat.

“KJRI Los Angeles telah berkomunikasi dengan pihak keluarga almarhumah Ibu Yurike Sanger di San Bernardino, California,” ujar Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, dalam pesan singkat pada Jumat (19/9).

Pertemuan pertama Yurike Sanger dengan Soekarno terjadi pada 1963. Saat itu, Soekarno menghadiri sebuah acara kenegaraan, dan Yurike yang masih duduk di bangku kelas II SMA VII Jakarta turut menyambut dalam barisan Bhinneka Tunggal Ika.

Yurike, yang kala itu baru berusia 18 tahun, berhasil menarik perhatian Soekarno. Usai acara, sang presiden memanggil namanya dan berkenalan secara langsung.

Dikutip dari buku The Uncensored of Bung Karno: Misteri Kehidupan Sang Presiden (2014), Bung Karno menawarkan diri untuk mengantar Yurike pulang. Sepanjang perjalanan, Soekarno banyak berbincang dengannya, mulai dari meminta dipanggil “mas” alih-alih “pak,” membicarakan soal pasangan masa depan, hingga melontarkan tawaran pernikahan.

“Adiklah, istri yang terakhir,” kata Soekarno, seperti dikutip sejarawan Peter Kasenda dalam buku Bung Karno Panglima Revolusi (2014).

Menyampaikan lamaran Soekarno kepada orang tuanya, Yurike mendapat keraguan karena usianya yang masih remaja, sementara Soekarno berusia 62 tahun.

Namun, setelah Soekarno memberikan penjelasan, keluarga Yurike akhirnya memberikan restu. Keduanya melangsungkan pernikahan pada 6 Agustus 1964.

Dalam pernikahan itu, mereka tidak dikaruniai anak. Dokter menyarankan Yurike untuk tidak hamil lagi setelah bayinya lahir prematur, yang membuat Soekarno sedih.

Menurut Peter Kasenda, Soekarno adalah sosok yang setia dan menghormati kewajiban, meskipun ia terkadang merasa jengkel karena jadwalnya yang padat.

Pria kelahiran 1901 itu sering kali langsung menuju Istana Merdeka setelah menginap, bahkan tanpa sempat mencuci muka. Pada 11 Juni 1966, Soekarno menikah lagi dengan Heldy Djafar, yang juga seorang remaja yang pernah menyambutnya di acara kenegaraan.

Pernikahan Soekarno dan Yurike akhirnya berakhir pada tahun 1967. Berakhirnya kekuasaan Soekarno dan statusnya sebagai tahanan politik menjadi alasan utama mengapa hubungan mereka tidak dapat dilanjutkan. Sejak saat itu, Yurike tinggal di Amerika Serikat hingga dia meninggal dunia pada 17 September 2025.

Perjalanan cinta mereka kemudian diabadikan dalam buku Percintaan Bung Karno dengan Anak SMA, yang diterbitkan pada tahun 2010.

Pewarta: Rizqi Juned 

Editor: Dimas A Putra