Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi mengganti nama program Kampus Merdeka menjadi Diktisaintek Berdampak.
Sebagai informasi, program Diktisaintek Berdampak ini diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional oleh Menteri Brian Yuliarto. Program tersebut tetap melanjutkan semangat Kampus Merdeka namun dengan cakupan yang lebih luas.
Program Diktisaintek Berdampak diantarnya mencakup seluruh kegiatan akademik seperti riset, inovasi, dan magang industri, dengan tujuan agar kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan industri berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Sekretaris Jenderal Diktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, perbedaan utama program Kampus Merdeka dan Diktisaintek Berdampak terletak pada hasil yang ditargetkan, seperti lulusan yang langsung terserap kerja, dan bukan hanya sekadar memperoleh beasiswa.
Kendati demikian, fasilitas dari Kampus Merdeka akan tetap dipertahankan dan disempurnakan. Dari sisi lain, mekanisme magang dan perubahan nomenklatur program saat ini masih dalam tahap penyusunan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Kampus Merdeka Gagasan Menteri Nadiem Makariem
Sebagai pengingat, program kampus Merdeka merupakan program yang digagas oleh Menteri Nadiem Makariem. Menurutnya kala masih menjabat, program Kampus Merdeka merupakan jawabannya bagi kebutuhan untuk mendorong pemberdayaan mahasiswa untuk dapat beradaptasi dengan situasi dan mengambil kendali atas masa depan.
“Kita ingin memerdekakan kampus dari sekat-sekat. Sekat antara akademia dan industri, sekat antara riset dan pembelajaran, sekat antarfakultas, dan sekat antarprodi. Kita ingin menciptakan suatu universitas, sistem perguruan tinggi, yang berkolaborasi. Gotong royong berkolaborasi tanpa adanya dinding-dinding,” ucap Nadiem saat itu.
Dalam menjalankan program Kampus Merdeka, Kemendikbudristek membuat berbagai kebijakan dan insentif bagi perguruan tinggi untuk dapat mendorong perubahan, demi memaksimalkan jumlah mahasiswa yang dapat keluar dari kampus, dalam artian mempelajari segala sesuatu yang ada di luar lingkungan akademis kampus.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. Kemendiktisaintek
