Prostitusi Jadi Masalah Baru IKN, Manfaatkan Guest House

Prostitusi Jadi Masalah Baru di IKN, Manfaatkan Guest House Prostitusi Jadi Masalah Baru di IKN, Manfaatkan Guest House

Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah laporan menyebut jika prostitusi kini menjadi masalah baru yang muncul Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahkan para pegawai menjadi target dalam praktik ini dan memanfaatkan guest house yang ada.

Sebuah laporan menyebut, praktik prostitusi online sekitar IKN, khususnya di Desa Bumi Harapan, Penajam Paser Utara, semakin marak terjadi meski telah dua kali digerebek oleh Satpol PP.

Adapun modus operandi dilakukan melalui aplikasi seperti MiChat, dan memanfaatkan guest house sebagai lokasi karena tarifnya lebih murah dibanding hotel. Di samping itu, para PSK yang berasal dari luar daerah seperti Makassar, Surabaya, dan Bandung menyasar para pekerja proyek IKN yang jauh dari keluarga, dengan tarif layanan antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per transaksi.

Menurut Satpol PP terkait, masalah ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga berdampak pada moral, sosial, dan kesehatan masyarakat. Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP PPU, Rakhmadi, menyebut perlu adanya kerja sama dari pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta edukasi dari media dan lembaga keagamaan untuk menekan fenomena ini.

Warga pun kini mulai khawatir dengan pembangunan IKN yang justru diiringi dengan meningkatnya praktik prostitusi terselubung di sekitarnya.

Pembangunan IKN Terus Jadi Sorotan

Setelah masjid negara IKN tertunda pembangunannya, terakhir monumen tugu titik nol IKN juga menjadi sorotan lantaran desainnya yang dianggap tidak jelas oleh publik.

Hal ini ramai seketika usai sebuah postingan memperlihatkan teks lorem ipsum atau lorem ipsum dolor sit amet pada Tugu Titik Nol di ibu kota baru, IKN, baru-baru ini beredar platform media sosial X.

Banyak pengguna X yang merasa bingung dan beberapa cukup kritis, menyoroti teks placeholder, yang biasanya digunakan dalam mockup desain grafis, namun terdapat di tugu sungguhan.

Menanggapi berita heboh itu, tugu tersebut kemudian terlihat ditutupi dengan lembaran plastik biru, berdasarkan foto resmi. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otoritas IKN (OIKN), Danis H Sumadilaga, mengatakan penutup tersebut bersifat sementara sambil menunggu finalisasi kata-kata resmi yang akan menjelaskan latar belakang dan visi di balik Nusantara, ibu kota masa depan.

Editor: Novita Intan

Foto : Ilustrasi/Getty Images