Psikolog Temukan Banyak Perempuan Modern Sering Meragukan Diri Sendiri

Psikolog temukan banyak perempuan modern sering meragukan diri sendiri/Foto iStock Psikolog temukan banyak perempuan modern sering meragukan diri sendiri/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co,id – Psikolog Klinis Senior Ratih Ibrahim mengungkapkan sejumlah temuan penting terkait tantangan kesehatan mental yang dihadapi wanita di era modern. 

Hal ini disampaikannya dalam Seminar Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi First Aider, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan pada Kamis (20/11).

Ratih menyoroti kecenderungan wanita untuk melakukan self-talk negatif yang berdampak pada kondisi psikologis.

“Yang saya temukan adalah, kita itu sering ngomong jelek ke diri kita sendiri. Padahal pada saat kita sefl-talk pada diri kita sendiri, itu jadi sugesti pada diri kita sendiri. Maka memang penting untuk bisa yang bagus-bagus gitu loh, karena apa yang kita pikir jadi doa kita,” kata Ratih.

Menurut Ratih, banyak perempuan sering meragukan diri sendiri, menetapkan ekspektasi yang tidak realistis, dan berusaha menyeimbangkan berbagai peran sekaligus seperti menjadi ibu, istri, pekerja, anak, dan individu. 

Dia menilai, hal itu bisa menjadi beban jika tidak disertai kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.

“Mengutip dari WHO bahwa tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental. Kenapa penting? Karena ternyata kesehatan fisik sama mental itu saling berhubungan. Dan ini mempengaruhi dari seluruh aspek hidup kita, kualitas hidup kita, juga produktifitas kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ratih menjelaskan bahwa pikiran, perasaan, dan perilaku adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan.

“Banyak psikolog muda bilang yang diurus pikirannya saja, kognitifnya yang diperbaiki. Padahal,fbagaimana kita berfikir berpengaruh pada perasaan. Bagaimana kita merasa, berpengaruh pada perilaku dan fisik kita. Fisik kita berpengaruh juga ke fikiran,” ucap Ratih.

Karena itu, Ratih berpesan kepada semua wanita untuk tetap menjaga kesehatan mental.

“Kenapa sehat mental penting? Jadi kita bukan hanya menyadari potensinya, kita juga bisa berkontribusi, bukan hanya untuk keluarga, tapi juga masyarakat,” pungkasnya.