Jakarta, GPriority.co.id – PT KAI (Kereta Api Indonesia) dikabarkan terancam bangkrut karena terbebani utang proyek kereta cepat Whoosh.
Menyoroti hal tersebut, Firnando H. Ganinduto selaku Anggota Komisi VI DPR RI mendesak pemerintah untuk segera mencari solusi atas utang besar dalam proyek kereta cepat Whoosh yang sampai saat ini membebani PT KAI.
Firnando memberi peringatan apabila seluruh beban ditanggung oleh PT KAI, maka kebangkrutan layaknya bom waktu. Terlebih, jumlah penumpang kereta cepat Whoosh di tahun 2024 hanya sekitar 6 juta. Jumlah ini jauh di bawah target 31 juta penumpang.
“Pemerintah harus segera hadir dengan solusi karena proyek ini merupakan agenda kerja negara. Jika beban utang seluruhnya ditimpakan pada PT KAI, kebangkrutan hanya tinggal menunggu waktu,” tegasnya.
Kondisi yang terjadi saat ini membuat kinerja okupansi hanya seperlima dari target. Selain itu juga berisiko menghambat pembayaran utang infrastruktur dan mengganggu BUMN lain yang terlibat dalam konsorsium.
Kendati ada restrukturisasi utang senilai Rp6,9 triliun dari China Development Bank, Firnando berpendapat jika langkah tersebut belum cukup. Diperlukan roadmap penyelesaian yang jelas. Dirinya juga turut menekankan jika penyelamatan proyek Whoosh menjadi PR terbesar PT KAI saat ini.
Proyek ini juga krusial bagi keberlangsungan PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, serta PT Perkebunan Nusantara I yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia.
Apabila ke depannya tidak ditangani secara serius, masalah ini dapat berpotensi menimbulkan efek domino ke seluruh ekosistem BUMN. Di sisi lain juga dapat merusak kepercayaan para investor asing terhadap iklim investasi yang ada di Indonesia.
