Puluhan Ribu Fosil Koleksi Dubois Segera Kembali ke Indonesia Tahun 2025

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan jajaran Kementerian Kebudayaan di acara Taklimat Media “Pengembalian Fosil Koleksi Eugene Dubois”/Foto Fifi Abdurahman Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan jajaran Kementerian Kebudayaan di acara Taklimat Media “Pengembalian Fosil Koleksi Eugene Dubois”/Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kebudayaan, mengumumkan kepulangan sekitar 20 ribu koleksi fosil bersejarah yang sangat penting, yaitu Koleksi Eugène Dubois, dari Kerajaan Belanda. 

Rencana pemulangan koleksi tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2025, mengingat jumlahnya yang mencapai puluhan ribu spesimen.

“Mungkin koleksi-koleksi masterpiece akan lebih dulu, kemudian koleksi yang lebih besar akan menyusul di awal atau pertengahan tahun depan. Karena ini memang memerlukan kehati-hatian dalam pengembaliannya. Tim repatriasi kita, bekerja sama dengan Komite Koleksi Kolonial Belanda, akan memulangkan ini dengan penuh kehati-hatian,” kata Menteri Kebudayaan, Fadli Zon di Taklimat Media “Pengembalian Fosil Koleksi Eugene Dubois”, Kamis (2/10).

Fadli Zon menjelaskan, repatriasi puluhan ribu spesimen fosil ini, termasuk tulang-belulang fosil Homo erectus yang dikenal sebagai “Java Man” merupakan sebuah peristiwa yang menandai tonggak sejarah dalam upaya repatriasi warisan budaya Indonesia yang dibawa ke Belanda pada masa kolonial.

Keputusan repatriasi ini disampaikan secara resmi oleh Pemerintah Belanda kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melalui Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent/Lol) yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda, Gouke Moes. 

Tindakan ini didasarkan pada rekomendasi Komite Koleksi Kolonial (Colonial Collection Committee/CCC) Belanda, yang menyimpulkan bahwa koleksi tersebut tidak sah menjadi milik Belanda dan diperoleh dengan cara yang merugikan masyarakat setempat di Indonesia selama masa kolonial.

“The Java Man atau Sang Java Man ini adalah satu koleksi yang sangat penting. Kita tentu mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kita akan mengembalikan ini secara fisik,” ucap Fadli Zon.

Lebih lanjut, Fadli Zon menyampaikan bahwa secara prinsip seluruh proses repatriasi sudah dimulai dan berjalan. Langkah ini juga merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pengembalian benda-benda bersejarah termasuk artefak fosil yang merupakan milik Indonesia.

“Tentu ini satu apresiasi yang tinggi juga kita sampaikan, penghargaan kepada pemerintah Kerajaan Belanda yang telah membuat satu gestur sikap yang bijaksana, berkeadilan, dan penghormatan terhadap semangat zaman baru. Dan keputusan dari Belanda ini mencerminkan nilai-nilai universal yang kita junjung bersama,” tuturnya.

Sebagai informasi, Koleksi Dubois merupakan hasil temuan Eugène Dubois, seorang paleoantropolog Belanda yang melakukan penelitian di Sumatera hingga Jawa pada 1891—1892. 

Temuan berbagai fosil ini mencakup fosil-fosil Pithecanthropus erectus (sekarang Homo erectus) yang sering disebut sebagai “Manusia Jawa (Java Man)”. 

Fosil yang ditemukan di Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada 1891 ini meliputi atap tengkorak, geraham, dan tulang paha. Temuan ini dianggap sebagai bukti fosil pertama Homo erectus, yang menggeser teori evolusi yang sebelumnya berpusat di Afrika.

Repatriasi Koleksi Eugène Dubois ini meneguhkan komitmen Pemerintah Indonesia dalam melindungi dan mengelola warisan budaya bangsa dan mempromosikan kerja sama ilmiah internasional yang setara dan saling menghormati.

Pewarta : Fifi Abdurahman