PUPR Canangkan Gerakan Membangun Rumah Subsidi Berkualitas

Jakarta,Gpriority-Beberapa waktu yang lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memberikan amanat kepada seluruh jajarannya  bahwa pembangunan rumah subsidi berkualitas tidak bisa ditawar lagi.

Amanat tersebut segera dilaksanakan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dengan menggelar pencanangan gerakan bangun rumah subsidi berkualitas serta pelatihan 3.000 tenaga kerja pengawas konstruksi rumah subsidi di Auditorium Kementerian PUPR, Selasa (18/5/2021).

Menurut Direktur Utama PPDPP Agus Syabarrudin dalam sambutannya yang juga ditayangkan secara virtual, Selasa (18/5), salah satu upaya PPDPP untuk mengawal kualitas konstruksi rumah bersubsidi itu dengan meluncurkan teknologi aplikasi “SiPetruk”. Lewat pelatihan kali ini diharapkan pada Juli mendatang pelaksanaan kualitas rumah subsidi sudah bisa dilakukan secara efektif.

Lebih lanjut dikatakan Agus, dalam rangka persiapan pelaksanaan konstruksi rumah bersubsidi berkualitas, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR guna melakukan pelatihan kepada 3.000 tenaga kerja pengawas kontruksi rumah subsidi. “ Pelatihan kali ini pun dilakukan secara daring lantaran situasi pandemi Covid-19 masih terus berlangsung,” jelas Agus.

Terkait dengan pesertanya, Agus menjelaskan untuk Wilayah  1, diikuti oleh Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau. Wilayah 2, Palembang, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung. Wilayah 3  diikuti oleh peserta dari DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Wilayah 4 terdiri atas Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sementara Wilayah 5 terdiri atas Banjarmasin dan yang terletak di Pulau Kalimantan. Wilayah 6 terdiri atas Makassar dan Pulau Sulawesi dan terakhir Wilayah 7 terdiri atas Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

“ Selama 4 hai para peserta latihan akan mendapat bimbingan dari Dirjen Bina Kontruksi. Kami berharap usai pelatihan, ke-3.000 peserta bisa memberikan masukan kepada para pekerja terkait bagaimana sistematika rumah bersubsidi agar bisa terlihat berkualitas,” tutup Agus.(Hs.dok.Kementerian PUPR)

 

Related posts