Jakarta, GPriority.co.id – Sebuah kebiasaan sederhana yang hanya memakan waktu sekitar 20 menit setiap hari, ternyata menjadi rahasia jantung dan otak lebih sehat.
Aktivitas sederhana tersebut ialah berjalan kaki. Selama bertahun-tahun, 10.000 langkah per hari sering dianggap sebagai standa emas untuk menjaga kebugaran.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat kesehatan sudah bisa diperoleh hanya dengan berjalan kaki selama 20 menit setiap hari.
Menurut pelatih kebugaran bersertifikat, Allison Goldsmith, dikutip dari laporan NY Post, berjalan kaki memberikan banyak manfaat penting bagi tubuh.
“Berjalan meningkatkan sirkulasi darah, yang memperbaiki aliran darah secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa aktivitas ini membantu mengatur tekanan darah serta mengurangi beban pada pembuluh arteri.
Manfaat tersebut berkontribusi besar dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Bahkan, jalan cepat disebut memiliki efek yang sebanding dengan lari dalam mengurangi risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
Tak hanya bagi jantung, berjalan kaki juga berdampak positif pada kesehatan otak. Peningkatan aliran darah membantu mengantarkan lebih banyak oksigen ke otak, sehingga meningkatkan fungsi kognitif. Kebiasaan berjalan cepat secara rutin diketahui dapat menurunkan risiko demensia dan penyakit Alzheimer.
Sebuah temuan menunjukkan bahwa berjalan sekitar 3.800 langkah per hari, jumlah yang kira-kira bisa dicapai dalam 20 menit, dapat menurunkan risiko demensia hingga 25 persen. Selain itu, berjalan sekitar 4.400 langkah per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini sebesar 41 persen pada wanita lanjut usia.
Jalan Kaki Untuk Kesehatan Mental
Selain manfaat fisik, berjalan kaki juga berpengaruh besar terhadap kesehatan mental. Aktivitas ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan suasana hati. Bahkan, berjalan di alam terbuka tanpa gangguan seperti ponsel dapat meningkatkan rasa percaya diri.
Kebiasaan berjalan setelah makan juga memiliki manfaat tambahan, terutama dalam mengontrol kadar gula darah. Goldsmith menjelaskan, “Otot menggunakan glukosa untuk energi, sehingga membutuhkan lebih sedikit insulin dan memungkinkan kadar glukosa lebih stabil.”
Tak kalah penting, berjalan kaki juga baik untuk kesehatan tulang dan sendi. Sebagai olahraga berdampak rendah (low-impact), berjalan dapat merangsang pembentukan ulang tulang dan meningkatkan kepadatan tulang, terutama di bagian pinggul dan kaki.
Goldsmith menjelaskan mekanismenya dengan mengatakan, “Saat kaki Anda menyentuh tanah, itu memberi tahu tubuh bahwa jaringan tulang lama perlu diganti untuk meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang.”
Ia juga menambahkan, “Pinggul dan kaki Anda akan mendapatkan manfaat terbesar dari berjalan, seperti peningkatan kepadatan mineral tulang.”
Lebih jauh lagi, berjalan kaki juga mendukung sistem kekebalan tubuh dan sistem limfatik, sehingga membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih baik.
Dengan berbagai manfaat tersebut, mulai dari kesehatan jantung, otak, tulang, hingga mental, berjalan kaki selama 20 menit setiap hari menjadi salah satu kebiasaan paling sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas hidup.
