Rahasia Panjang Umur Dari Maria Branyas, Wanita Tertua di Dunia Usia 117 Tahun

Maria Branyas, wanita tertua di dunia yang hidup hingga 117 tahun/Foto : Dok. Infobae Maria Branyas, wanita tertua di dunia yang hidup hingga 117 tahun/Foto : Dok. Infobae

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Sebelum meninggal dunia pada 19 Agustus 2024, wanita tertua di dunia bernama Maria Branyas, sempat membongkar rahasia panjang umurnya. Sebagai informasi, Branyas sendiri meninggal dunia di usia 117 tahun.

Sebagaimana dilansir dari NY Post pada Kamis (2/10), Branyas mengatakan jika umur panjangnya berkaitan dengan keteraturan, ketenangan, hubungan baik dengan keluarga dan teman, kontak dengan alam, serta kestabilan emosional.

Ia melanjutkan, selama hidupnya ia juga meminimalisir kekhawatiran, tidak ada penyesalan, melibatkan diri dalam banyak hal positif, serta menjauhi orang-orang toxic.

Beruntung, para ilmuwan di Institut Josep Carreras di Barcelona, Spanyol, sempat mempelajari sampel gen Branyas untuk mendalami alasan dibalik umur panjangnya.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menggunakan metode non-invasif untuk mengambil sampel tiga jenis jaringan. Mereka menganalisis genom Branyas (pengurutan DNA), epigenom (metilasi DNA), transkriptom (ekspresi gen pada tingkat RNA), proteom (ekspresi gen pada tingkat protein), serta metabolisme (molekul kecil seperti kolesterol atau gula).

“Branyas memiliki genom luar biasa yang diperkaya dengan varian gen yang berkaitan dengan peningkatan umur pada spesies lain (seperti anjing, cacing, dan lalat) dan gen yang memberikan perlindungan kardiolipidik dan retensi kognisi,” ujar Esteller, salah satu peneliti yang terlibat.

Esteller menambahkan, “Pada saat yang sama, ia tidak memiliki varian gen yang terkait dengan risiko patologi seperti kanker, Alzheimer, dan gangguan metabolisme.”

Peneliti juga menemukan jika Branyas memiliki sejumlah besar bakteri menguntungkan Bifidobacterium di mikrobiomanya (usus), yang menurut para peneliti disebabkan oleh seringnya ia mengonsumsi yoghurt.

Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, Bifidobacterium juga menyeimbangkan peradangan, mengatur metabolisme, hingga membantu mencerna karbohidrat dan serat makanan tertentu. Semasa hidup, Branyas dilaporkan tidak pernah merokok atau minum alkohol.

Kesimpulan dari penelitian tersebut, para peneliti mengidentifikasi 6 faktor yang kemungkinan besar memperpanjang umur Branyas, diantaranya :

1. Genom yang “melindungi dan tanggguh”, yang berkaitan dengan umur panjang serta dapat menangkal penyakit serius.
2. Metabolisme yang dengan cepat menghilangkan lemak dan gula berbahaya.
3. Tingkat peradangan yang rendah.
4. Sistem imun yang efisien dan mampu menyerang mikroorganisme penyerang tanpa menargetkan sel (sehingga menghindari gangguan autoimun).
5. Mikrobioma bermanfaat yang menjadi ciri khas individu yang jauh lebih muda, dengan beberapa untaian bakteri anti-inflamasi.
6. Usia biologisnya sekitar 23 tahun lebih muda dari usia kronologisnya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perubahan pola makan tidak hanya membantu menghindari obesitas dan penyakit terkait lainnya, tetapi juga dapat memperpanjang umur dengan meningkatkan kesehatan usus.