Raih Peluang Era Digital Tanpa Melanggar Hak Paten

Parigi,Gpriority-Parigi yang terletak di Sulawesi Tengah dipilih oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia,Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo sebagai tuan rumah Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi pada 29 November 2021. Adapun tema yang diangkat adalah “Menjual Jasa dan Karya Lewat Internet”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Marketing Digital Irwan Junaedi, Santri/Pemengaruh Hafiid Pratama, Guru Fatmawati, dan  Pegiat Literasi Hukum Moh. Abdi Sabri. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Spesialis Komunikasi Fadel Karnen. Kegiatan yang kembali diadakan untuk daerah Parigi ini diikuti oleh 878 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Irwan Junaedi sebagai narasumber pertama tampil membawakan materi kecakapan digital bertema “Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital”. Menurut dia, era revolusi industri 4.0 yang bercirikan produksi kecerdasan melalui Internet of Things (IoT), pemanfaatan big data, dan teknologi cloud memunculkan berbagai bidang profesi baru. Kreator konten, content writer & copywriter, spesialis SEO, dan agensi/marketing digital adalah beberapa profesi yang kian dibutuhkan. “Karenanya, luangkan waktu untuk terus meningkatkan kemampuan digital, pengetahuan, mental, pengalaman, dan peralatan pendukung agar mampu bersaing di era ini,” ujarnya.

Berikutnya, Hafiid Pratama menyampaikan materi etika digital berjudul “Cara Berinteraksi dan Berkolaborasi di Ruang Digital”. Ia mengatakan, dalam berinteraksi di ruang digital, tetap terapkan etika yang baik, jangan sekadar mengikuti tren, dan saring dahulu informasi sebelum menyebarkannya. “Hindari sering mengeluh, berkomentar buruk, menyebarkan berita palsu, berkata kasar, maupun memaksakan menjadi orang lain agar citra diri kita terjaga,” pesannya.

Sebagai pemateri ketiga, Fatmawati membawakan tema budaya digital tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Menurut dia, kemampuan penguasaan teknologi digital jadi faktor penting yang menentukan kesuksesan pembelajaran daring. Baik guru maupun siswa harus mampu memanfaatkan berbagai aplikasi dan fitur pembelajaran daring secara optimal. “Guru harus kreatif dan inovatif dalam mengajar daring agar siswa tertarik, termotivasi, dan tidak bosan,” ungkapnya.

Adapun Moh. Abdi Sabri, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Pentingnya Perlindungan Hak Paten di Ranah Digital”. Ia mengatakan, hak paten penting untuk menjaga hak eksklusif inventor atas hasil invensinya dalam jangka waktu tertentu. “Pemahaman akan perundangan terkait ini akan menghindarkan kita dari pelanggaran hak paten yang berujung pada jerat hukum,” tuturnya.

Setelah sesi pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Dalam kesempatan tersebut, para peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Sebagai apresiasi, panitia menyediakan hadiah berupa uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya beruntung.

Salah satu pertanyaan menarik peserta di antaranya tentang bagaimana agar anak-anak kita menggunakan tata bahasa yang baik. Narasumber menjelaskan bahwa utamanya dengan pembiasaan, pendampingan dan kontrol, serta pemberian tauladan yang baik dari orang tua yang bijak dalam beraktivitas di dunia maya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://siberkreasi.iddan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

 

Related posts