Raih Masa Depan yang Produktif Melalui Internet Sehat

Makassar,Gpriority-Kolaborasi Ketiga Lembaga yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo mampu menghasilkan acara bermutu dan berkualitas tinggi bernama Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi.

Hadirnya program ini terbukti mampu menarik minat masyarakat untuk mengikutinya. Untuk gelaran yang dipusatkan secara virtual di Makassar pada 29 November 2021, panitia mencatat ada 660 peserta yang berasal dari berbagai kalangan.

Acara yang untuk sekian kalinya digelar di Makassar mengangkat tema “Bagaimana Teknologi Informasi akan Mengubah Masa Depan Kita”. Sesuai dengan temanya,empat narasumber yang dihadirkan pun memiliki nama di bidangnya seperti Pegiat Budaya Kemendikbudristek Abdul Gafur R. Sarabiti, Narablog Gaya Hidup dan Perajin Irma Suryani, Aktivis Perempuan Front Mata Mera Makassar Shinta Fenanda Putri, dan Project Manager IMPROVE Indonesia Aldy Kurniawan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ratih Aulia selaku presenter TV. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, sesi pemaparan dibuka dengan presentasi dari Abdul Gafur R. Sarabiti sebagai narasumber pertama yang membawakan tema “Berkenalan dengan Artificial Intelligence”. Abdul mengatakan, kecerdasan buatan kini sudah dioptimalkan di dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari melakukan pencarian, berkomunikasi, berkendara, berjejaring, dan sebagainya. Dampak munculnya kecerdasan buatan ini, beberapa profesi bakal tergusur, di antaranya akuntan, sales people, kurir atau tukang pos, customer service, tentara, dan sopir.

Pemateri kedua, Irma Suryani, menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics, Cara Berinteraksi dan Kolaborasi di Ruang Digital sesuai Etika”. Ia menyampaikan, perilaku oversharing (membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial) sebaiknya dihindari karena datanya bisa disalahgunakan. Selain itu, saat berinteraksi di media sosial, gunakan kata-kata yang  sopan, hindari informasi menyinggung SARA, pornografi dan kekerasan, konfirmasi kebenaran berita, dan hargai karya orang lain dengan mencantumkan sumber. “Etika saat rapat daring atau lewat aplikasi: gunakan pakaian yang tepat, pilih tempat yang sesuai, fokus saat pertemuan, nyalakan kamera jika memungkinkan, matikan mikrofon ketika sedang tidak bicara, hindari makan dan minum, serta tidak memotong pembicaraan orang lain,” jelas Irma.

Sebagai pemateri ketiga, Shinta Fenanda Putri membawakan tema tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Di lingkungan pendidikan, literasi digital ditingkatkan melalui memperbanyak bacaan literasi digital, penggunaan aplikasi edukatif sebagai sumber belajar, menyediakan situs-situs edukatif, dan pembuatan mading sekolah. “Bagi peserta didik, literasi digital penting agar belajar lebih cepat, menghemat waktu, selalu memperoleh informasi terkini, dan memperluas jaringan. Bagi pendidik, literasi digital penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan memanfaatkan media,” ucapnya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Aldy Kurniawan menyampaikan tema mengenai “Digital Safety, Mengenali Penggunaan VPN dan Dampaknya”. Virtual Private Network (VPN) merupakan jaringan yang memungkinkan Anda tersambung ke internet secara pribadi. Manfaatnya antara lain membuka situs yang dibatasi, meningkatkan keamanan, mengurangi gangguan koneksi, menutup riwayat peramban, dan membuka filter. “Di sisi lain, bahayanya yaitu mengancam keamanan perangkat dan pengguna, melacak aktivitas daring dan risiko pencurian data pribadi, membuat koneksi internet jadi lambat, dan banjir iklan,” pungkasnya.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

“Seperti yang kita ketahui, Indonesia mendapat julukan sebagai netizen yang tidak sopan se-Asia Tenggara. Dari masalah tersebut, etika seseorang bisa menjadi jejak digital. Bagaimana cara kita menerapkan etika digital?“ tanya Danu Aryani kepada Irma Suryani.

“Microsoft mengeluarkan hasil survei yang mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan etika berinternet paling buruk di Asia Tenggara. Menariknya, saat hasil survei dikeluarkan, kolom komentar Microsoft diserbu oleh netizen Indonesia dengan mengeluarkan kata-kata kasar, hate speech, yang akhirnya menguatkan bahwa netizen Indonesia adalah netizen dengan etika buruk. Bagaimana seharusnya berinteraksi di media sosial? Gunakan kata-kata yang sopan, hindari menyinggung SARA, konfirmasi kebenaran berita agar tidak kena hoaks, dan hargai hasil karya orang lain dengan cantumkan sumber, dan batasi informasi pribadi alias jangan oversharing,” jawab Irma Suryani.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.Dyandra Promosindo)

Related posts