Roehana Koeddoes, Sosok Jurnalis Pertama Indonesia


Roehana Koeddoes merupakan salah satu pejuang dan jurnalis perempuan pertama Indonesia, menjadi simbol kesetaraan gender.

Berdasarkan keputusan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Roehana Koeddoes pada 8 November 2019.

Roehana lahir di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 20 Desember 1884, dan meninggal pada 17 Agustus 1972 di Jakarta.

Kedua orang tuanya bernama Mohamad Rasjad Maharadha Soetan dan Kiam. Keluarganya juga merupakan pahlawan Indonesia, seperi adik tirinya yaitu Perdana Menteri Indonesia pertama Soetan Sjahrir, keponakannya yaitu penyair terkenal Chairil Anwar, dan sepupu H. Agus Salim.

Roehana aktif menulis di surat kabar perempuan, Poetri Hindia. Saat penerbitannya dihentikan oleh pemerintah Belanda, Ia berinisiatif mendirikan surat kabar perempuan pertama di Indonesia dengan nama Sunting Melayu.

Ia menjadi simbol kesetaraan gender dan kebebasan berkepresi sebab surat kabarnya tak terlepas dari pembahasan tentang perlakukan sewenang-wenang kepada kaum wanita di masa itu.

Semangatnya yang membara dalam membela dan menyuarakan hak perempuan lewat produk jurnalistik tak pernah berhenti meskipun Ia sudah menikah.

Roehana Koeddoes menikah pada tahun 190i dengan seorang aktivis pergerakan yang juga notaris dan penulis, Abdoel Koeddoes.

Pernikahan tak pernah menjadi penghalangan, malahan bersama suaminya, Roehana lebih bersemangat untuk mendidik para oerempuan.

Selain itu, Roehan juga aktif di dunia pendidikan dengan mendirikan sekolah KAS pada 11 Februari 1911. Ditujukan untuk anak-anak perempuan dengan berbagai pelajaran, berupa kerajinan tangan, tulis baca huruf arab dan latin, pendidikan rohani, dan keterampilan rumah tangga. (Dw.foto.dok.Istimewa)

Related posts