Rajata, Drone Kamikaze Buatan Anak Bangsa

Jakarta, Gpriority.co.id – Perang Rusia-Ukraina menjadi pertunjukan teknologi anyar teknologi drone, khususnya drone bunuh diri atau kamikaze. Selama ini drone kamikaze banyak diproduksi oleh negara yang maju industri pertahanannya semisal Amerika, Rusia, China, Israel hingga Iran. Faktanya, Indonesia pun sudah mampu menciptakan drone kamikaze. Drone buatan PT DAHANA itu bernama Rajata yang pada Jumat (22/7) lalu baru saja diselenggarakan soft launching-nya.

Drone Kamikaze atau biasa disebut Loitering Munition dikenal sebagai pesawat tanpa awak untuk melakukan misi self destroyer dengan sistem loiter (berkeliling) di area sasaran untuk mencari target sebelum menyerang. Senjata ini biasanya digunakan untuk menyerang target-target yang memerlukan respons cepat ketika terdeteksi. Drone dikendalikan dari jarak jauh oleh seorang operator untuk menemukan dan terjun ke target, berikutnya meledak saat kontak.

Menurut Direktur Teknologi dan Pengembangan DaHANA, Suhendra Yusuf, Rajata kelak akan bersaing dengan Loitering Munition lain, seperti Kalashnikov milik Rusia, Warmate Polandia, Switchblade Amerika, dan Hero-30 Israel. Nama Rajata sendiri diambil dari bahasa Sanskerta yang bermakna penghancur, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh Loitering Munition ini. Teknologi ini sendiri merupakan hal baru dan pertama yang diproduksi di Asia Tenggara.

Dijelaskannya, melalui Rajata personel militer yang menggunakannya dapat menghancurkan target tanpa diketahui musuh. “Rajata dapat menjadi salah satu alternatif solusi penggunaan rudal karena nilainya yang lebih ekonomis, serta memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan roket,” katanya. Dengan kemampuan itu, Rajata berpotensi untuk digunakan di seluruh matra pertahanan TNI, seperti penggunaan oleh pleton matra darat di setiap perbatasan Indonesia, pada kapal laut milik TNI AL, ataupun pada pesawat TNI AU sebagai senjata.

Acara soft launching Loitering Munition bernama Rajata dihadiri oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan, serta Pusat Kesenjataan Infanteri TNI AD itu diselenggarakan di Kantor Pussenif AD, Cipatat, Bandung. (PS)

Related posts